Jelang Pemilu, Bacaleg Perempuan Harus Punya Ide Kreatif dan Inovatif

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bercerita tentang pengalamannya berkampanye menuju DPR RI dan Gubernur Jateng dua periode.

Hal tersebut diceritakannya kepada para politikus perempuan di Jawa Tengah saat berkumpul di Hotel Ciputra kawasan Simpang Lima Semarang, Selasa (23/10).

Menurut Ganjar, selain harus mengikuti perkembangan zaman, calon anggota legislatif jangan tampil menggurui.

“Tanyakan pada masyarakat apa persoalan mereka, persoalan wilayahnya. Gunakan medsos untuk menginventarisasi,” katanya.

Menurut Ganjar, ada kegagapan yang mengendon dalam benak bacaleg perempuan. Entah karena harus berhadapan dengan incumbent, berhadapan dengan laki-laki, atau bahkan karena masih harus minta izin pada suami saat menemui konstituen.

“Ini problem relasi sosial yang faktanya harus mereka hadapi. Tidak ada lagi laki-laki perempuan, karena afirmasi tidak bisa dimasukkan dalam sistem. Dalam konteks lapangan mereka harus fight untuk mencari voter masing-masing,” kata Ganjar usai acara.

Maka, lanjut Ganjar, mereka harus menggunakan taktik dan cara-cara yang lebih bisa diterima masyarakat. Meskipun tantangan yang bakal dihadapi bacaleg perempuan itu jauh lebih berat.

“Hari ini mereka jangan lihat laki-laki perempuan atau jenis kelamin tapi mereka membuat ide-ide inovatif kreatif, orisinalitas ide, bagaimana mendekati dengan gaya-gaya sekarang. Dan mereka harus punya pembeda dengan caleg-caleg lain,” katanya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *