Delapan Daerah di Jateng Ajukan Pengembangan Pelabuhan

SEMARANG (Asatu.id) – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyebutkan, sedikitnya ada delapan daerah di Jateng yang mengajukan pengembangan pelabuhan yang terintegrasi dengan kawasan industri, salah satunya Kabupaten Kendal. Pembangunan kawasan terintegrasi itu juga berdampak pada banyaknya perusahaan di berbagai sektor yang akan masuk.

“Harus ada terobosan-terobosan baru untuk mengatasi berbagai persoalan, terutama terkait perizinan dan pengoperasian kawasan industri. Maka nanti akan kita koordinasikan lagi bersama SKPD terkait,” kata Taj Yasin.

Mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah ini menyampaikan hal itu di sela-sela kunjungan kerjanya ke Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, Selasa (23/10).

Ditambahkan, Pemprov Jateng akan terus mendukung peningkatan ekonomi daerah, termasuk memberikan jaminan kemudahan perizinan kepada para investor yang ingin menanamkan modalnya. Langkah tersebut merupakan salah satu strategi pemprov untuk meningkatkan investasi.

Direktur JIIPE Henri Handoko yang menerima rombongan Wagub Jateng menjelaskan, sebagai kawasan terintegrasi yang dapat diandalkan, JIIPE yang mulai dibangun sekitar tahun 2013 itu memiliki dan mengelola sarana prasarana secara mandiri. Tidak hanya memenuhi kebutuhan industri tetapi juga untuk pelabuhan dan kawasan perumahan.

Dijelaskan, pelabuhan JIPE merupakan pelabuhan multifungsi dan menjadi gerbang perdagangan nasional dan internasional. Pelabuhan tersebut menjadi salah satu pelabuhan dengan dermaga terpanjang di Indonesia yang mampu mengakomodasi kapal-kapal besar bermuatan lebih dari 100.000 ton.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Wakil Gubernur Jateng didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo dan perwakilan SKPD terkait lainnya. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *