Minim Generasi Muda, Ganjar Terapkan Sistem Pertanian Modern

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyinggung upaya penerapan sistem pertanian modern di Jawa Tengah.

Kepada ibu-ibu petani maupun buruh tani yang hadir Ganjar menanyakan penggunaan peralatan pertanian modern apakah sudah diterapkan di wilayah masing-masing. Karena penggunaan peralatan modern di sektor pertanian sudah mendesak, terlebih minimnya generasi muda tani.

Hal tersebut dikatakannya dalam sarasehan yang penuh keakraban di Festival Tanam Jajar Legowo, Ngrapah, Banyubiru Kabupaten Semarang, Senin (22/10).

“Ada atau tidak ibu-ibu yang bisa menggunakan transplanter. Kita mau bantu. Kalau ibu-ibu menggunakan manual ya kasihan. Sudah sepuh-sepuh generasi muda tani juga tidak ada. Maka harus masuk mekanisasi,” ujarnya.

Yang menarik lagi, kata Ganjar, mereka bertani dengan metode baik. Hal itu terbukti ketika dia menanyakan lebih memilih mana menerapkan pertanian organik atau anorganik. Mendapat pertanyaan itu, ibu-ibu kompak menjawab memilih pertanian organik.

“Kalau ini bisa masuk, maka hasil pertaniannya bisa masuk kualifikasi premium, ini mahal sekali. Tugas kita membantu mereka memasarkan. Harapannya festival ini bisa memberi semangat agar masyarakat bisa bertani dengan baik,” katanya.

Festival ini juga didukung Kedutaan Besar Kerajaan Belanda. Deputi Ambassador Kerajaan Belanda, Ferdinan Lahnstein mengaku senang bisa membantu meningkatkan pengetahuan teknik pertanian dan wirausaha, terlebih dengan adanya konsorsium.

“Tahun 2016 Presiden Jokowi berkunjung ke Belanda, dan melihat sektor pertanian di sana, kemudian berbincang bagaimana caranya sistem pertanian di Belanda juga diterapkan di Indonesia. Dengan Jawa Tengah sebagai contohnya. Kami percaya ada tantangan, tapi kami percaya dengan pemerintah di sini,” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *