Pemkot Semarang Dorong Pemberdayaan Disabilitas dan Perempuan Rentan

SEMARANG (Asatu.id) – Kegiatan Peningkatan Keterampilan Kerja Melalui Menjahit “Modiste” dalam Rangka Pemberdayaan Disabilitas dan Perempuan Rentan di Kota Semarang yang merupakan kerjasama antara USAID dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk Roemah D Kota Semarang telah dibuka, Senin (22/10). Pemerintah Kota Semarang turut memberikan dorongan untuk kegiatan yang diikuti 30 peserta itu.

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Bu Ita mengatakan, Pemerintah kota Semarang memberikan dorongan berupa fasilitas untuk menunjang pelatihan seperti rencana pemberian etalase dan pinjaman modal untuk membantu para peserta dalam mengembangkan usaha.

“Kami nanti siapkan satu tempat khusus mungkin bentuknya itu satu etalase untuk produk-produk yang dibuat oleh disabilitas. Disampaikan bahwa Bapak Wali Kota memberikan fasilitas melalui Dinas Koperasi dan UMKM untuk memberikan bantuan kredit,” ujarnya di sela-sela pembukaan acara.

Ita menambahkan, bantuan tersebut merupakan pinjaman yang nantinya akan dikembalikan ketika program tersebut telah berhasil. Hal itu ia beberkan salah satunya seperti produk-produk Ida Modiste yang saat ini produk-produknya sudah menjadi produk UMKM dalam galeri UKM Kota Semarang.

Sementara itu, lanjut dia, agar produk-produk tersebut nantinya laku di pasaran seperti Ida Modiste, dirinya berpesan kepada para peserta untuk membuat produk yang layak jual dan tetap mempertahankan produk yang telah dibuat nantinya sehingga selain dapat mengembalikan modal, para peserta nantinya juga diharapkan dapat mengembangkan usaha.

“Dengan uang segitu kita harapkan hasilnya itu bisa mengembalikan modal. Pelatihan ini bisa menjadi keterampilan sehingga nanti mereka bisa memperoleh pendapatan untuk sehari-hari,” katanya.

Selanjutnya, dengan pelatihan yang melibatkan beberapa Dinas baik Dinas Sosial maupun lainnya, dirinya berharap pelatihan itu dapat membantu para peserta untuk berwirausaha sehingga tidak menggantungkan hidupnya kepada orang lain.

“Kita harapkan dengan support dari Pemerintah Kota Semarang khususnya, bisa mendorong teman-teman dari disabilitas ini juga bisa mandiri, bisa maju dan bisa sama dengan warga lainnya,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *