Ironi Sarjana Baru, Dompet Dhuafa Pendidikan Ajak NGOPI Mahasiswa Beastudi Etos

SEMARANG (Asatu.id) – Dompet Dhuafa Pendidikan (DDP), salah satu jejaring Dompet Dhuafa yang fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia turut serta memberikan solusi atas permasalahan berkaitan dengan fenomena banyaknya sarjana baru yang menjadi pengangguran intelek.

Upaya tersebut dilakukan DDP dengan menghelat acara bertajuk NGOPI, singkatan dari Ngobrol Pendidikan Indonesia. NGOPI kali ini mengangkat tema “Revolusi Industri 4.0, Sarjana: Lahirnya Kaum Intelektual Atau Hanya Menambah Pasar Manusia Terdidik”. Acara ini berformat talkshow ini akan dilaksanakan baru-baru ini di Warunkomando Ropisbak Ghifari, Jakarta.

Sederet tokoh dan profesional di bidangnya telah diundang untuk menjadi narasumber NGOPI ini meliputi Bunyamin Maftuh, Direktur Karir dan Kompetensi SDM Kemenristekdikti; Dr. Arif Satria, SP, M.Si, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB); Fadli Hari Purnomo, Plant &Engineering General manager PT. Astra Otoparts,Tbk,Winteq; Purwa Udiutomo, General Manager Sekolah Kepemimpinan Bangsa.

Narasumber talkshow ini cukup meliputi segenap pihak yang memiliki kewenangan dan kekuatan dalam pengembangan SDM. Hal dimaksudkan untuk mencapai tujuan dari perhelatan ini, yaitu untuk melakukan evaluasi terhadap kualitas pendidikan khususnya lulusan perguruan tinggi di Indonesia. Acara ini juga diharapkan dapat memetakan karir para sarjana baru lulusan perguruan tinggi, dan memprediksi bagaimana masa depan kualitas SDM lulusan perguruan tinggi di masa mendatang.

Kehadiran narasumber dari berbagai latar belakang tersebut juga dimaksudkan untuk membangun sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, perusahaan, juga NGO. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa kelak.

Berbicara tentang peningkatan kualitas SDM, DDP sendiri sudah melaksanakan berbagai program dengan tujuan tersebut. Salah satunya adalah Beastudi Etos. Melalui program ini, DDP memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi namun memiliki keterbatasan ekonomi. Selain itu, juga membekali mereka dengan pembinaan secara intensif.

Sebelumnya, Program Beastudi Etos ini telah berjalan selama 15 tahun, di 20 kampus ternama di Indonesia, dan sudah memberikan kebermanfaatan kepada 2.169 mahasiswa. Selain Beastudi Etos, DDP juga menggulirkan banyak program beasiswa lain. Semua penerima manfaat program beasiswa tersebut juga mendapatkan pembinaan secara intensif, agar saat lulus kuliah nanti mereka tidak menambah banyaknya pengangguran bergelar sarjana di negeri ini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *