Sebagian Pedagang Terminal Terboyo Saat Ini Masih Bertahan

SEMARANG (Asatu.id) – Sebagian Pedagang Terminal Terboyo, hingga saat ini masih bertahan menggelar lapak dagangan yang di terminal yang saat ini dalam tahap pembangunan menjadi terminal barang tersebut.

Terkait hal itu, Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ) Terminal Terboyo Mustofa mengatakan, dari total 2016 pedagang, sebagian diantaranya sudah bersedia pindah dan menempati kios relokasi di Pasar Banjardowo.

“Sebagian pedagang memang masih bertahan, belum pindah dari terminal lantaran masih menunggu lapak relokasi yang dijanjikan dibangun diarea terminal jadi,” katanya, Jumat (19/10).

Namun demikian, Mustofa menyebut dalam proses relokasi saat ini sudah tidak ada masalah. Hal ini karena sudah disepakati yakni siapa saja pedagang yang ingin pindah di pasar Banjardowo dan siapa saja pedagang yang tetap bertahan di terminal.

“Tidak ada masalah, karena dari awal sudah disepakati siapa yang masih bertahan disini (terminal) dan siapa yang bersedia dipindah sementara di Pasar Banjardowo,” katanya.

Sementara, rencananya lanjut Mustofa, lapak atau kios di Pasar Banjardowo yang disediakan oleh Pemkot untuk pedagang Terminal Terboyo berjumlah 26 kios besar dan 40 kios kecil. Yang rencananya akan diresmikan oleh dinas perdagangan pada Selasa (23/10) mendatang.

“Meski jumlah tersebut belum cukup menampung seluruh pedagang, Musthofa memastikan tidak ada masalah terkait relokasi,” imbuhnya.

Seperti diketahui, para pedagang Terminal Terboyo sebelumnya menolak menempati Pasar Banjardowo lantaran dinilai sepi pembeli dan mangrak. Polemik tersebut berakhir setelah pedagang menyepakati tawaran dari Pemkot Semarang untuk dibangunkan lapak sementara didepan Terminal Terboyo.

“Di area terminal bus kota itu ada 52 kios kecil dan 26 kios besar yang belum dibongkar, itu yang belum pindah juga. Tapi saat ini proses pembangunan lapak sementara didepan terminal itu sudah hampir jadi, sudah kelihatan, kira-kira ada 100-an lapak,” tuturnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *