Rukma: Perlu Pemetaan Bencana Agar Masyarakat Lebih Waspada

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi mengatakan, persoalan kebencanaan yang terus melanda perlu mendapat penanganan serius. Upaya itu dapat dilakukan dengan melakukan pemetaan bencana sehingga masyarakat bisa mewaspadainya.

“Jateng itu bisa dibilang supermarketnya bencana, seperti bencana gempa, banjir, gunung berapi, dan longsor. Untuk itu, perlu ada pemetaan bencana sehingga bisa diantisipasi atau penanggulangan awal,” kata Rukma saat menjadi pembicara utama dalam dialog “Wedangan” di Studio I Stasiun TVRI Jateng, Pucang Gading, Rabu (17/10) sore.

Menurut politisi PDIP itu mengaku prihatin atas bencana yang melanda beberapa wilayah di Indonesia. Rukma mengingatkan, Provinsi Jateng juga mengalami tingkat kerawanan cukup tinggi sehingga dibutuhkan kewaspadaan dan antisipasi.

Menanggapi hal itu, nara sumber lain, Setyoajie Prayoedhie dari Stasiun Geofisika Banjarnegara BMKG mengakui Pulau Jawa masuk dalam cincin api atau garis gunung berapi. Di Jateng sendiri, garis itu melintasi daerah selatan tapi daerah patahan di Jateng masih cukup aman dibanding daerah lain.

“Patahan itu di Tegal dan Brebes tapi relatif aman. Meski begitu, gempa diakui sulit untuk diprediksi,” kata Setyoajie.

Sementara, Kasi Data & Informasi Stasiun Klimatologi Semarang BMKG Iis Widya Harmoko menjelaskan, saat ini beberapa wilayah Jateng memasuki musim penghujan. Namun, sebelum masuk musim penghujan, terjadi masa transisi atau pancaroba yang terlihat dari kecepatan angin.

“Masa transisi itu terjadi sebelum dan sesudah musim hujan. Biasanya terjadi angin kencang seperti puting beliung.,” kata Iis.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *