Hendi: Wong Lanang Ora Ndue Keris, Dudu Wong Lanang

SEMARANG (Asatu.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan menurut kepercayaan orang Jawa, jika seorang laki-laki tidak memiliki keris, maka dia bukanlah laki-laki sejati.

Hal tersebut dikatakannya beberapa waktu lalu saat membuka acara pameran dan bursa Tosan Aji bertajuk ‘Menguak Tabir Misteri Tosan Aji Dalam Pergulatan Millenial’. Acara ini digelar oleh Komunitas Pebursa Tosan Aji Nusantara mulai tanggal 16 hingga 18 Oktober 2018 di Halaman Balaikota Jalan Pemuda, Kota Semarang.

Oleh sebab itu, Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini meminta kegiatan pameran ini dijadikan agenda rutin di Halaman Balaikota Semarang.

Wong lanang ora ndue keris, dudu wong lanang (Seorang laki-laki jika belum punya sebilah senjata keris bukan seorang laki-laki sejati). Dadi Pak Camat lemarinya belum ada keris, beli keris. Ra ndelok apik po elek bentuke tapi sing penting larang (Tidak melihat bagus atau jelek, yang penting harganya mahal),” ungkapnya.

Hendi mengatakan Kota Semarang ibarat kota mati tanpa seni dan budaya. Untuk itu perlu dilestarikan karena hasil pembangunan infrastruktur Kota Semarang tidak akan hidup tanpa diimbangi seni dan budaya.

“Tanpa menghadirkan budaya kota tanpa roh, kotanya mati. Saya rasa ini bagian dari upaya kita membangkitkan roh Kota Semarang untuk bisa berkesenian dan berkebudayaan,” katanya.

Hendi berpesan khususnya kepada generasi millenial sekarang untuk bisa mengerti, memahami dan melestarikan keris yang merupakan warisan budaya Indonesia yang diakui oleh lembaga internasional Unesco.

“Ini tantangan luar biasa kita harus terus sampaikan keris adalah bagian dan peninggalan leluhur kita ke seluruh pelosok masyarakat, khususnya generasi milenial agar kelak mampu menjadi bagian penerus warisan budaya kita,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini Hendi juga diberi hadiah cinderamata sebilah keris bernama ‘Nogo Siluman’ yang diberikan langsung oleh Ketua Komunitas Pebursa Tosan Aji Nusantara (Kapten) Sudharto.

Beberapa peserta, simpatisan dari luar kota juga mengikuti bursa pameran keris. Mereka diantaranya dari; Pemalang, Malang, Surabaya, Klaten, Solo, Kendal, Bantul dan lainnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *