Hendi Tawarkan Empat Peluang Investasi di Kota Semarang

SEMARANG (Asatu.id) –  Semarang Business Forum (Sembiz) 2018 yang merupakan forum rutin tahunan Pemerintah Kota Semarang untuk ke-12 kalinya kembali digelar, Rabu (17/10). Gelaran dilaksanakan untuk menarik para investor agar berinvestasi untuk Kota Semarang.

Sebanyak 250 pengusaha serta investor hadir dalam gelaran itu baik lokal, nasional hingga internasional seperti Mr. Cris Barnes dari Konsulat Jenderal Australia, Vira Soekardiman, Managing Director Government British Columbia Canada dan Manager Environmental Policy dari City of Toyama, Mr. Koshin Takata. Tak hanya itu, Sembiz 2018 juga dihadiri oleh pengusaha, BUMN, BUMD serta asosiasi pengusaha seperti KADIN, IMA, APINDO, GAPENSI, HIPMI, IWAPI, Dekranasda, IFC, BSF, SPGI dan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan empat penawaran kepada para investor yang hadir dalam even investasi tahunan itu. Keempat peluang investasi tersebut adalah pembangunan kereta api ringan LRT (Light Rail Train) trase pertama Bandara Ahmad Yani-Madukoro-Pasar Bulu, pengembangan Underground Simpang Lima, pembangunan Semarang Expo Center dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) TPA Jatibarang.

Di hadapan para pengusaha, ia menjelaskan Kota Semarang memiliki sektor pariwisata yang potensial lantaran menjadi penyumbang devisa terbesar di Indonesia bahkan mengalahkan sektor migas.

Potensi tersebut menurutnya sangat menarik baik berupa bentang alam maupun atraksi wisata yang terus dikreasikan seperti even pasar semarangan di hutan Tinjomoyo, pengembangan cagar Budaya kawasan Kota Lama, pembuatan bridge fountain dan penyelenggaraan berbagai even berskala nasional maupun internasional seperti Semarang Night Carnival dan MXGP.

Dalam paparannya, panggilan akrab Hendi iitu menjamin dan meyakinkan kondisi Kota Semarang yang terus berbenah semakin baik di berbagai sektor. Hal ini dapat dilihat dari kondisi infrastruktur dan ekonomi yang terus menunjukkan kemajuan pesat.

Berdasar data pada tahun 2017, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang melaju diatas rata-rata kota lainnya hingga mencapai angka 82.01, peningkatan investasi hingga tembus angka 20.5 triliun, dan cakupan infrastruktur jalan baik hingga 88,7 %. Dilain sisi, angka kemiskinan dan kawasan kumuh terus ditekan hingga angka 4.62% dan 300 ha.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *