September, Ekspor Jateng Menurun

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono mengatakan, ekspor Jawa Tengah bulan September 2018 mengalami penurunan 6,84 persen.

Penurunan tersebut dipengaruhi oleh menurunnya permintaan tekstil yang merupakan komoditas ekspor terbesar Jawa Tengah ke negara-negara tujuan ekpor.

Menurut Sentot, penurunan permintaan tekstil terbesar berasal dari Amerika Serikat karena perbedaan musim.

“Ada penurunan ekspor tekstil dan barang tekstil turun karena perbedaan musim di sana (AS), sehingga permintaannya turun,” kata Sentot.

Negara pangsa pasar utama ekspor Jawa Tengah, lanjut Sentot, selama periode Januari-September 2018 adalah Amerika Serikat, Jepang dan Tiongkok.

Ekspor kumulatif ke ketiga negara tersebut, selama periode Januari-September 2018 masing-masing tercatat sebesar US$ 1.356,11 juta, US$ 624,59 Juta, dan US$ 397,92 juta. Sehingga peranan ketiga negara tersebut terhadap ekpor Jawa Tengah mencapai 48,32%.

Namun bila dibandingkan dengan September 2017 atau year on year, ekspor Jawa Tengah naik sebesar US$ 37,97 juta atau 7,62%. Sedangkan ekspor kumulatif Januari-September 2018 mencapai US$ 4.923,19 juta atau naik 11,50% dari ekspor kumulatif Januari-September 2017 sebesar US$ 4.415,56

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *