Penyertaan Modal BUMD dan BUMN Disesuaikan Kinerja

SEMARANG (Asatu.id) – Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan sependapat dengan pandangan fraksi-fraksi DPRD Jateng, jika alokasi besaran penyertaan modal disesuaikan dengan kinerja dan hasil evaluasi BUMD, BUMN, dan pihak ketiga.

Hal itu disampaikan Wagub Taj Yasin Maimoen saat membacakan tanggapan/jawaban tertulis Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terhadap pandangan umum fraksi atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan atas Perda Jateng Nomor 14 Tahun 2013 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah kepada BUMD, BUMN dan Pihak Ketiga, pada Rapat Paripurna DPRD Jateng, Selasa (16/10).

BUMD, BUMN, dan pihak ketiga, menurut Taj Yasin, merupakan badan usaha yang seluruh maupun sebagian modalnya merupakan milik Pemprov Jateng. Sehingga daerah mendapatkan keuntungan dalam bentuk pendapatan daerah.

Ditambahkan, bagi BUMD, BUMN, dan pihak ketiga, kepastian jumlah terhadap besaran modal yang disertakan dapat menunjang penyusunan rencana bisnis. Dengan begitu, diharapkan pengelolaan badan usaha lebih baik dan meningkatkan pendapatan.

Penerapan good corporate governance atau tata kelola perusahaan yang baik dalam pengelolaan badan usaha yang baik, merupakan suatu keharusan. Harapannya dapat meningkatkan kinerja seiring dengan penyertaan modal yang disetorkan oleh pemerintah daerah.

Rapat paripurna tersebut ditutup dengan pemilihan sekaligus persetujuan penetapan pembentukan panitia khusus tentang Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 14 tahun 2013.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *