Pemkot Semarang dan DPRD Rencanakan Bangun Sport Center di 16 Kecamatan

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi menuturkan, baik Pemerintah, KONI maupun elemen masyarakat memiliki hak dan kewajiban untuk mendukung penyelenggaraan olahraga. Hal itu salah satunya dorongan dana dalam pembuatan sport center yang rencananya untuk 16 Kecamatan.

“Pastinya kalau kita sudah membuat perda penyelenggaraan olahraga tercantum hak dan kewajiban pemerintah, KONI sebagai salah satu penyelenggara elemen masyarakat harus terlibat semuanya,” ujarnya saat acara Hot Topic, Selasa (16/10).

Menurut Supriyadi, anggaran yang dibutuhkan cukup besar sehingga membutuhkan dorogan dari berbagai pihak. Berbagai pihak itu menurutnya harus terlibat seluruhnya dalam semangat membuat sport center di 16 Kecamatan itu mengingat saat ini sport center yang dimiliki Kota Semarang masih dalam taraf sport center cabor race dan  motocross yang dibuat di Mijen dengan anggaran dua kali 75 M.

“Untuk tahun ini diharapkan terselesaikan 80% dan untuk sport center Cabor pendukung lainnya harus dibangun juga, syukur-syukur untuk lapangan sepak bola karena butuh lapangan yang luas,” tegasnya.

Sementara itu ia melanjutkan, untuk membangun sport center itu harus mencari cara untuk setiap kecamatan agar jika dibuat nantinya tidak mengganggu Cabor lain sehinggga dapat terintegrasi dalam satu tempat.

“Kami semangat dalam Perda ini 16 Kecamatan minimal mempunyai sport center dan menginventarisir lahan yang dapat digunakan sebagai lahan tersebut. Jangan sampai ada yang sia-sia, untuk itu harus melibatkan Dispora,” terangnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *