Kisah Para Pendonor Darah, Rasanya Sudah Seperti Kecanduan

BOYOLALI (Asatu.id) – Sebanyak 1.090 pendonor darah sukarela dari Jawa Tengah mendapat penghargaan, baik yang sudah mendonorkan 50 kali ataupun 75 kali.

Penghargaan berupa pin dan sertifikat diserahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam acara Temu Donor Darah Sukarela dan Temu Sibat PMI se-Jawa Tengah di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Selasa (16/10),

Gubernur yang didampingi Ketua Penanggulangan Bencana PMI Pusat, Letjen TNI (Purn) Sumarsono dan Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah, Imam Triyanto berpesan kepada ribuan pendonor darah sukarela agar terus ikhlas mendonorkan darahnya demi kebaikan semua.

Joko Maryono, salah satu pendonor asal Boyolali yang saat ini berusia 61 tahun mengakui, resep tubuh sehat dan bugarnya adalah olahraga teratur dan rutin mendonorkan darahnya.

Bahkan, akibat seringnya mendonorkan darah, kakek ini mengaku sering sakit jika terlambat mendonorkan darahnya. Alhasil, donor darah baginya sudah menjadi gaya hidup.

“Sudah seperti kecanduan. Kalau tidak donor darah badan justru pegal semua dan mudah sakit,” katanya.

Joko yang dalam kesempatan itu mendapat penghargaan sebagai donor ke 75 membeberkan, dia sudah rutin mendonorkan darah sejak remaja. Jika dihitung sejak awal, sudah lebih dari 100 kali dirinya mendonorkan darahnya.

Hal senada disampaikan Martono, pendonor 75 kali dari Kabupaten Rembang. Ia juga mengaku, meski sudah berusia lanjut, namun tetap semangat berdonor darah.

“Sehat untuk saya, dapat menolong orang lain. Ini sangat membahagiakan,” kata dia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *