Krisis Air Bersih, Konsumen Berhak Dapat Informasi

SEMARANG (Asatu.id) – Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Jawa Tengah menyoroti krisis ketersediaan air bersih di Kota Semarang pada musim kemarau ini.

“Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) harus memberi informasi soal ketersediaan air yang dapat dijangkau konsumen,” kata Ketua LP2K Jawa Tengah Ngargono saat ditemui di kantor PDAM Tirta Moedal Semarang, Senin (15/10), di Semarang, Senin (16/10).

Dia mengakui krisis yang dihadapi saat ini merupakan faktor cuaca. Menurut informasi yang dihimpun dari beberapa PDAM daerah Jawa Barat, Rembang dan lainnya juga mengalami masalah yang sama.

Bahkan, lanjut dia, air baku dari embung di beberapa kecamatan tertentu tidak dapat melayani konsumen. Kondisi ini perlu ada publikasi melalui media elektronik, cetak maupun daring untuk menyebarkan informasi pada konsumen di titik-titik tertentu.

“Perlu adanya upadate informasi debit air yg masuk, kondisi sumber matar air dan lainnya. Informasi ini harus dapat menjangkau seluruh konsumen,” ujar Ngargono.

Selain publikasi, Ngargono menyarankan untuk meningkatkan mobilitas penggunaan tangki. Hal ini perlu dilakukan agar tidak adanya kerugian dari konsumen yang memiliki hak minimal pemakaian 10 meter kubik.

“Kalau mau fair hak konsumen 10 meter kubik tetap harus terpenuhi dalam satu bulan. Jika tidak, harus ada kompensasi untuk konsumen yang paling gampang ya melalui adanya tangki yang mobile,” tutur Ngargono. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *