Ribuan Pengunjung Saksikan Heroik Pemuda Semarang Melawan Tentara Jepang

SEMARANG (Asatu.id) – Ribuan pengunjung Tugu Muda seketika hening menyaksikan puluhan pejuang yang berlarian membawa bambu runcing menghadang tentara Jepang.

Dengan semangat menggebu, pejuang tanpa ragu menyerbu para tentara Jepang yang telah berbekal senapan. Pertempuran pecah dengan heroik baik para pemuda maupun rakyat melawan tentara Jepang.

Begitulah babak mencekam dalam teatrikal Pertempuran 5 Hari Semarang yang digelar di kawasan Tugu Muda, Minggu (14/10). Saat pembacaan cukilan Mengenang Detik-Detik Perjuangan oleh Sukirno, di komplek Tugu Muda inilah Jepang melakukan kekejaman dan kekejian membunuh para pemuda. Dengan semangat yang tinggi serta jiwa patriotik masyarakat Semarang melakukan pembalasan terhadap tentara Jepang hingga dapat kembali merebut kemerdekaan Republik Indonesia.

Teatrikal itu sendiri merupakan salah satu rangkaian dalam peringatan Pertempuran 5 Hari Semarang, dengan rentang waktu sejak 14 Oktober hingga 19 Oktober 1945. Saat itu, peristiwa yang paling terkenang hingga kini adalah gugurnya dr Kariadi di tangan Jepang usai mengecek tandon air di sekitar Siranda yang dikabarkan warga air tersebut diracun oleh Jepang.

Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Wuryanto mengungkapkan, dalam peringatan Pertempuran 5 Hari Semarang selain untuk mengingat jasa para pahlawan juga sekaligus untuk mendoakan para pejuang tersebut yang telah gugur, khususnya untuk pahlawan Kota Semarang.

“Paling penting masyarakat Semarang, Jawa Tengah mampu mengambil pelajaran tentang pengorbanan para pahlawan karena ternyata rakyat Semarang memiliki jiwa patriotik yang luar biasa, mereka spontan mampu untuk bersatu bergotong-royong, bahu-membahu dan tidak mengenal latar belakang, suku, agama. Semuanya sama-sama untuk satu tujuan mempertahankan kemerdekaan yang baru 2 bulan itu,” tuturnya usai peringatan Pertempuran 5 Hari Semarang.

Hal demikian juga diungkapkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Ia menjelaskan, sebelumnya pihaknyha telah menyampaikan kepada masyarakat Kota Semarang hingga tingkat kelurahan untuk melakukan peringatan Pertempuran 5 Hari Semarang dengan melakukan doa bersama.

“Tadi malam hampir setiap kelurahan mengajak masyarakatnya untuk berdoa bersama bahwa apapun pertempuran 5 hari adalah sejarah bangsa yang terjadi di kota semarang. Kita memperingati karena kita bisa begini karena perjuangan mereka,” tegasnya.

Selain itu, dalam peringatan itu sekaligus sebagai momentum kejutan yang diberikan Wali Kota Semarang untuk masyarakat, yakni “Air Mancur Menari” dengan nyala warna-warni melingkari Tugu Muda yang penuh sejarah itu.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *