Krisis Air PDAM Tirta Moedal Lakukan Salat Istisqo

SEMARANG (Asatu.id) – Seluruh jajaran karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Semarang melakukan salat istisqo di  halaman depan kantor PDAM Tirta Moedal, Senin (15/10).

Salat istisqo merupakan upaya non teknis yang dilakukan PDAM Tirta Moedal dalam menghadapi krisis sumber air yang diperkirakan akan berdampak pada suplai air di seluruh daerah di Semarang.

Plt Direktur Utama PDAM Tirta Moedal M. Farchan mengatakan secara teknis pihaknya telah melakukan upaya semaksimal mungkin, untuk itu dilakukannya salat istisqo ini merupakan usaha jajarannya guna menanggulangi krisis air di Semarang.

“Kita sadar masih banyak yang perlu ditingkatkan, namun ketersediaan sumber air ini kehendak Tuhan. Untuk itu kami berusaha melalui sholat ini agak diberikan hujan sehingga dapat kembali melayani masyarakat,” ungkap M. Farchan usai salat istisqo yang dilanjutkan dengan salat zuhur berjamaah.

Farchan mengungkapkan meski telah melakukan rehabilitasi saluran air dari kelambu serta suplisi-suplisi air sungai, namun ketersediaan air masih belum dapat terpenuhi secara optimal.

Saat ini ketersediaan air yang biasanya sekita 900 hingga 100 meter kubik, kini hanya sekitar 620 sejak Minggu sore (14/10). Persediaan sumur juga turun drastis sekitar 40-50% sehingga tidak dapat dipompa karena tidak ada air.

“Kami mengusahakan pemerataan kebutuhan dengan kondisi kontur kota Semarang, hampir separuhnya dapat dilayani,” pungkas M. Farchan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *