Kondusivitas Kota Semarang Terjaga karena Masyarakat Kompak

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi menandaskan, menjelang perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, kondisi Kota Semarang sejauh ini tetap kondusif, meski sudah memasuki awal masa kampanye.

“Dari pengamatan saya, Kota Semarang tetap kondusif, masyarakat tetap kompak gerak menjaga kebersamaan dan gerak bersama. Yang jelas tidak ada gangguan Kamtibmas,” kata Supriyadi saat menjadi nara sumber acara Prime Topic, di Hotel Gets, Jalan Mataram, Semarang, Senin (15/10).

Supriyadi berharap, ke depan kondusivitas Kota Lunpia tetap terjaga. Kalau pun suasananya terkesan ramai, Supriyadi memastikan suasana itu hanya ada di media sosial. Itu pun ramai antar-caleg bukan di partai.

“Biasa antar-caleg ramai karena mencari simpati calon.pemilih. Tapi saya berharap kondusivitas tetap terjaga. Ini proses demokrasi, bukan pertarungan,” kata politisi PDIP itu.

Supriyadi juga mengingatkan semua lapisan masyarakat untuk senantiasa saling menghormati antarsesama. Sebab hakikatnya pergelaran Pilpres dan Pileg adalah pesta demokrasi dalam upaya mencari pemimpin.

Terkait maraknya hoax atau informasi tidak benar di media sosial, Supriyadi meyakini yang terjadi di Semarang tidak seramai di kota lain, misalnya di Jakarta.

“Penyebaran hoax di Kota Semarang belum seheboh daerah seperti DKI. Kalau pun sempat terjadi di Pilgub lalu, pelakunya ternyata orang-orang ‘impor’. Semarang sendiri tetap adem ayem,” kata Supriyadi.

“Kami berharap, ketika masyarakat menerima berita hoax atau berita yang tidak jelas, selayaknya didiskusikan dan diklarifikasikan, jangan langsung dishare. Itu bisa merusak pertemanan atau persahabatan,” tandasnya.

Selain Supriyadi, tampil pula nara sumber yang lain, yakni Rektor Unika Prof Dr Ridwan Sanjaya dan Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono SPd. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *