Supriyadi Terima Penghargaan The Best Legislator

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, menerima penghargaan The Best Legislator, pada rangkaian Penganugerahan The Best and The Next Legislator 2019, yang digelar Berlian Organizer di Patra Semarang Hotel and Convention, Gajahmungkur, Semarang, Jumat (12/10) malam.

Sosok politikus PDIP ini memang fenomenal. Perjalanan karir politiknya berliku dan menginspirasi. Ia sering disebut pejabat “langka”. Karena sebagai orang nomor satu di DPRD Kota Semarang, Lek Di, panggilan akrabnya, kemana-mana selalu mengemudikan mobil sendiri, tanpa sopir, bahkan tanpa ajudan.

Sungguh fenomenal. Perjalanan karir Lek Di berawal dari calo terminal. Namanya merangkak naik ketika terpilih menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang.

Prestasinya sebagai wakil rakyat pun makin moncer dengan berbagai penghargaan yang telah diraih, dan kali ini untuk yang ketiga kalinya ia menerima.

Dia membeberkan, salah satu hal yang membuatnya diganjar penghargaan The Best Legislator adalah penciptaan inovasi aspirasi masyarakat secara daring melalui aplikasi e-Sarapan.

Sekilas mengenai e-Sarapan, Supriyadi menjelaskan nama tersebut kependekan dari elektronik saran aspirasi dan harapan.

“Warga Kota Semarang bisa mengusulkan aspirasi di kampungnya, misalnya perbaikan jalan, bantuan, pun juga laporan terkait kualitas layanan pemerintah kota,” kata politisi PDIP itu.

Aplikasi e-Sarapan dapat diunduh dalam Playstore secara gratis. Pengguna tak perlu melakukan registrasi, layaknya aplikasi jual beli.

“Cukup mengunduh aplikasi dan melaporkan. Kami sediakan form identitas. Bisa diisi, bisa juga tidak. Kami akan tetap merespon usulan dan aduan, karena tidak semua pelapor berkenan identitasnya diperlihatkan,” ujarnya.

Terkait alur kerja sistem, Supriyadi membeberkan semua aspirasi warga itu akan diverifikasi terlebih dahulu kemudian diteruskan ke sebuah sistem bernama elektronik pokir (pokok pikiran) atau disebut e-pokir. Selanjutnya dari DPRD Kota Semang mendisposisikan ke Bappeda Kota Semarang.

Dari Bappeda, lanjut dia, aspirasi akan dikirimkan kepada dinas yang berwenang.

Selain e-Sarapan, Supriyadi pula sudah memulai keterbukaan informasi melalui penayangan rapat dewan secara langsung atau live streaming melalui Youtube.

“Sistem itu kami gunakan agar warga Kota Semarang tahu dan dapat memantau kinerja anggota dewan. Mereka ikut rapat dewan atau tidak, selama rapat tidur atau tidak? Begitu,” tambahnya.

Selain Supriyadi, ada 11 nama anggota dewan dan calon anggota dewan yang mendapat penghargaan itu.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *