Pembangunan Bendung Karet BKB Libatkan Arsitek Lanskap Asli Putra Daerah

SEMARANG (Asatu.id) – Proyek pembangunan Bendung Karet Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) saat ini sudah memasuki progres pekerjaan 50 persen.

Selain berfungsi untuk penahan intrusi air laut serta menjaga debit air dan mendorong flashjng sedimen sungai, bendungan tersebut juga direncanakan sebagai sarana rekreasi dan wisata air baru di Kota Semarang.

Oleh karenanya, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali – Juana tetap mengedepankan Lanskap yang nantinya dapat menyejukkan mata.

“Seperti yang diinstruksikan oleh Pak Menteri PUPR meminta lanskap harus betul difikirkan beliau tidak mau yang sembarangan,” katanya.

Untuk mewujudkan lanskap yang indah, pihaknya menggandeng arsitektur lanskap (seni taman) asli putra daerah yakni Andi Siswanto.

“Nantinya lanskap didesain terintergrasi mulai dari Bendung Simongan hingga Bendung Karet. Sehingga lanskap Banjir Kanal Barat akan sangat indah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ruhban mengungkapkan untuk teknologi Bendung Karet di Jawa tengah menurutnya baru ada dua, yakni di Solo dan Banjir Kanal Barat. Bendung Karet Banjir Kanal Barat ini terletak kurang lebih 100 meter dari hulu, sebelum jembatan ringroad utara, atau depan Gereja Katolik Hati Kudus Tanah Mas, Jalan Kokrosono.

“Tapi kelihatannya pekerjaannya lebih bagus di sini daripada di Solo. Ada tingkat toleransi kebocoran di belakang bendung. Per-tinggi satu meter kebocorannya 1 liter. Ini terbilang cukup bagus,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *