Pemprov Jateng Mendapat Penghargaan BSSA

SEMARANG (Asatu.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapat penganugerahan Bapeten Safety and Security Awards (BSSA) di Novotel Semarang, Rabu (10/10).

Bapeten Safety an Scurity Awars (BSSA) merupakan penghargaan yang diberikan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), kepada Pemerintah Daerah yang didasarkan pada hasil inspeksi, evaluasi terhadap dosis radiasi bagi pekerja radiasi, proses perizinan, dan status kejadian kedaruratan nuklir di instansi tersebut.

Terkait hal itu, Kepala Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Teguh Dwi Paryono mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meruapak daerah yang cukup banyak dalam memanfaatkan energy nukli. Pemanfaatanya pun beranekaragam, baik di instansi-instansi pemerintahan, Kesehatan, maupun industri.

“Kadar radiasi nuklir yang ditemukan Bapeten di beberapa instansi Pemerintahan di jateng tergolong sangat rendah. Atas capaian itu kita mendapat penghargaan BSSA oleh Bapeten,” ungkapnya.

Sementara terkait dengan banyaknya masyarakat yang masih takut dengan energy nuklir, Teguh mengungkapkan, sejauh ini Pemprov Jateng dalam Pemanfaatan energy nuklir tidak menemukan dampak yang berbahaya, justru energy nuklir memiliki manfaat yang sangat besar.

“Nuklir aman, jadi tidak usah takut, dan baik sadar atau tidak kita setiap hari berinteraksi dengan energy nuklir, jadi tidak perlu taku,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bapeten Jaiz Eko Istianto menyebutkan ada 311 instansi, yang terdiri dari 147 instansi medik dan 167 instansi penelitian dan industri yang meraih BSSA.

Sedangkan BSSA tingkat provinsi diberikan kepada kepala daerah di enam provinsi, yakni Kalimantan Timur (Kaltim), Yogyakarta, Banten, Kepulauan Riau, Riau, dan Jateng.

“BSSA untuk kepala daerah ini sebagai apresiasi atas kinerja kepala daerah yang mendorong penggunaan nuklir secara baik. Imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *