Dari Tebing yang Mencuat, Ekonomi Masyarakat Menggeliat

Taman Wisata Rancah Mendelem Adventure Park Kabupaten Pemalang

PEMALANG (Asatu.id) – Pemalang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Wilayah dengan luas lebih dari 996 kilometer persegi ini, termasuk daerah pesisir pantai utara, dengan Kota Pemalang sebagai ibukotanya. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Pekalongan di timur, Kabupaten Purbalingga di selatan, dan Kabupaten Tegal di barat.

Berkunjung ke Kabupaten Pemalang selalu membawa kepuasan tersendiri, terutama bagi pecinta kuliner. Kita bisa mencari beragam makanan khas atau berbagai jajanan yang layak dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Makanan khasnya antara lain Nasi Grombyang, Lontong Dekem, Bongko Mento dan Sate Loso. Sementara jenis cemilan atau jajanannya ada Apem Comal, Kahmir, Tahu Pletok, dan masih banyak lagi.

Pemalang juga dikenal sebagai penghasil utama buah nanas madu. Buah ini tidak seperti buah nanas pada umumnya. Bentuknya lebih kecil, agak bulat, rasanya manis dan tidak gatal. Dari buah nanas madu, bisa dibuat bermacam minuman dan makanan kecil. Yakni sirup, setup, manisan, keripik, abon, wajik, ogel-ogel, dodol dan lain-lain. Nanas madu Pemalang begitu populer. Beberapa wilayah kecamatan di Pemalang seperti Belik dan Pulosari, memanfaatkan lahan untuk budidaya nanas madu.

Lahan untuk sentra produksi tanaman itu pun akan terus dikembangkan. Bukan tanpa alasan. Menurut Bupati Junaedi, hal itu terkait dengan rencana pihak Pemkab Pemalang untuk mengembangkan wisata agro (Agro Tourism). Terlebih, Pemalang sendiri memiliki beberapa lokasi wisata agro lain yang sangat menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan.

Satu lagi yang menarik dari Kabupaten Pemalang adalah soal pariwisata. Pemalang memang dikenal sebagai wilayah yang memiliki puluhan tempat wisata unggulan. Dari pantai, curug, goa, telaga, sampai bukit dan petilasan.

Beberapa contoh wisata pantai yang kerap dikunjungi masyarakat adalah Pantai Widuri dan Pantai Joko Tingkir. Kemudian Gunung Slamet, Telaga Indah gabuhan, Bukit Tangkuban Nyalembeng, Bukit Kukusan, Widuri Water Park, Curug Sigandu, Curug Pitu, Curug Barong, Curug Kidang, Curug Silawet Moga, dan masih banyak lagi.

 

Taman Rancah Mendelem

 Dari sekian banyak destinasi wisata, salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Pemalang adalah Taman Wisata Rancah Mendelem Adventure Park. Lokasinya di Dusun Tampol, Desa Mendelem, Kecamatan Belik, yang termasuk KPH Pekalongan Timur. Tempat wisata bernuansa adventure atau uji keberanian dan outbound yang membaur dengan alam ini belum lama diresmikan, tepatnya tanggal 30 Juni 2018 oleh Adm Perhutani KPH Pekalongan Timur. Namun pengunjungnya sudah datang dari berbagai daerah, bahkan luar negeri. Selain untuk berwisata bersama keluarga, ada juga yang memanfaatkan lokasi tersebut untuk tempat reuni alumni sekolah atau acara tumu kangen lainnya. Dan yang utama, di sinilah tempat paling monumental untuk berwisata sekaligus menguji mental.

Nah, kalau Anda punya hobby panjat tebing, datanglah ke tempat wisata ini. Di sana ada tebing yang cukup layak untuk menguji adrenalin Anda. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai Gunung Jimat (Bukit Mendelem). Trek di bukit dengan ketinggian sekitar 1.450 meter di atas permukaan laut itu cukup menantang nyali.

Untuk sampai ke Gunung Jimat, kita harus menempuh perjalanan dari Kota Pemalang ke arah selatan sejauh kurang lebih 47 kilometer, atau selama 1,5 jam dengan kondisi jalan berliku. Namun perjalanan panjang itu tak terasa melelahkan karena terlunasi dengan panorama alam yang indah, jalan berkelok dan mendaki serta belantara rimbun milik KPH Pekalongan Timur. Nuansa alamnya sungguh bagus dan mampu memanjakan mata. Wisatawan bisa melihat keindahan Kabupaten Pemalang dari ketinggian. Tiket masuknya pun terjangkau, hanya Rp 5 ribu di hari biasa dan Rp 10 ribu di akhir pekan. Sementara untuk panjat tebing bisa dilakukan dengan cara kelompok, dan membayar Rp 50 ribu. Murah kan?

Maka tidak mengherankan jika tempat itu setiap harinya makin ramai dan banyak dikunjungi wisatawan, terutama para pecinta wisata panjat tebing. Yang datang tidak hanya warga Pemalang dan sekitarnya. Tetapi juga dari Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Solo, Bandung dan beberapa daerah lainnya. Bahkan dari buku daftar pengunjung di Posko, ada juga wisatawan manca dari Malaysia, Brasil, dan Jerman.

Menurut Eka Waluyo, Ketua Pengelola Wisata Taman Rancah dari Kelompok Pencinta Alam Shabawana, tempat wisata yang dikelola bersama teman-teman kelompoknya menyediakan wisata vira ferrata (teknik panjat tebing menggunakan tangga besi yang tertancap pada dinding batu). Dan ini satu-satunya di Jawa Tengah.

Lokasi wisata panjat tebing memang banyak tersebar di beberapa daerah, namun menurut Eka Waluyo, suasana atau nuansanya sangat berbeda, tidak sespektakuler yang ada di Gunung Jimat Taman Rancah Mendelem. Misalnya di Gunung Sepikul, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jatim, atau di Gunung Parang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Berkunjung ke Taman Rancah Mendelem atau Gunumg Jimat, begitu sampai di lokasi, para wisatawan langsung disambut pemandu yang berada di Posko Pecinta Alam Shabawana. Mereka memberi banyak informasi dan menawarkan beragam wahana yang ada. Selain outbound dan panjat tebing via ferrata, ada juga flying fox, rock top, dan sejumlah spot selfie yang sangat menarik di antara tebing-tebing. Panjat tebing memang jadi bidikan utama para wisatawan Taman Rancah Mendelem.

Petugas yang setiap saat ada di lokasi pun memberi pengarahan bagi wisatawan yang ingin mencoba panjat tebing. Mulai dari seputar olahraga tersebut, cara memakai alat pengaman, sampai pemanasan. Tidak lupa diberi informasi soal keberadaan Taman Rancah Mendelem. Setelah semua siap, kemudian peserta langsung diajak memanjat. Sebuah alat yang wajib dikenakan adalah harnes (tali pengaman). Cincin pengait di harnes itu dikaitkan pada tangga dan kawat seling. Setelah itu mulailah proses memanjat. Wouw…spektakuler. Pemandangan yang indah tak akan terlewatkan. Jika senja hari, dari ketinggian tebing kita dapat menikmati pemandangan matahari terbenam. Sungguh menawan.

“Kami jamin semua wahana di sini sangat aman. Untuk panjat tebing perlengkapannya sangat memadai. Sebab, sudah diuji coba selama sembilan bulan. Kami juga siap mendampingi bagi wisatawan yang mencoba panjat tebing,” kata Eka, setiap kali memberi pengarahan kepada wisatawan yang ingin mencoba memanjat tebing.

Di puncak bukit itu terdapat makam dan petilasan yang konon petilasan Soekarno. Masyarakat menyebut bukit itu dengan istilah Gunung Jimat, karena menurut cerita yang berkembang, tempat itu pernah dijadikan tempat menyimpan benda pusaka. Sampai di mana kebenarannya, wallahu ‘alam.

 

Dampak Ekonomi Masyarakat

Salah satu contoh keberhasilan dan kesuksesan dari pengelolaan pariwisata, adalah berdampak positif kepada masyarakat sekitarnya. Salah satu dampak yang paling kelihatan dan bisa dirasakan yaitu berubahnya ekonomi masyarakat. Sebaliknya, jika ada destinasi wisata dan pengelolaan pariwisata tetapi tidak bisa mengubah masyarakat secara ekonomis, hal itu mengisyaratkan belum ada unsur keberhasilan

Masyarakat Belik pun bisa merasakan manfaat dari keberadaan Taman Rancah ini. Mereka dipersilakan membuka warung atau kios untuk melayani keperluan para pengunjung seperti makan, minum dan jajanan. Saat ini memang belum banyak warung yang berdiri di sekitar lokasi Taman Rancah. Namun menurut pihak pengelola, pada saatnya masyarakat akan diberi kesempatan seluas-luasnya untuk melakukan kegiatan ekonomi di sana. Untuk masalah ini, bisa jadi pihak perbankan dilibatkan dalam hal permodalan, sehingga tercipta mutualis simbiosis, saling menguntungkan. Sehingga ekonomi masyarakat bisa terangkat. Taman Rancah Mendelem punya potensi kea rah sana.

Harus diketahui bahwa munculnya destinasi wisata secara langsung menunjukkan antusias masyarakat sekitar yang ingin memanfaatkan dan mengembangkan potensi daerahnya demi peningkatan ekonomi. Untuk mendukung semua keinginan masyarakat, secara legal formal harus diperhatikan beberapa karakter geografis dan pertimbangan lainnya, yang bisa disajikan lewat Perda, misalnya. Lewat aturan ini bisa diatur tentang bagaimana pemberdayaan kepariwisataan melalui peran serta masyarakat. Pelibatan masyarakat adalah hal mutlak.

Untuk mengembangkan potensi wisata Taman Rancah Mendelem memang dibutuhkan peran serta banyak pihak, baik untuk kepentingan promosi maupun peningkatan sarana dan prasarana penunjang, serta peningkatan ekonomi masyarakat. Kondisi jalan dan petunjuk arah menjadi hal penting yang harus diprioritaskan. Dan itu bisa dilakukan dengan menggandeng pihak pemerintah kabupaten lewat Dinas Pariwisata.

Sarana promosi, penunjuk arah ke lokasi dan penyediaan sarana jalan yang layak akan mempercepat berkembangkan potensi yang begitu banyak dari Taman Rancah Mendelem. Betapa calon wisatawan akan merasa terbantu dan nyaman ketika fasilitas itu ada. Coba saja segera. (Udin Saeroji)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *