Pemkot Semarang Pastikan 2019 Resosialisasi Argorejo Ditutup

SEMARANG (Asatu.id) – Walikota Semarang Hendrar Prihadi tegaskan 2019 merupakan batas akhir penutupan Resosialisasi Argorejo (Sunan Kuning).

Hal tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yakni Kementerian Sosial yang menargetkan 2019 Indonesia bebas dari tempat lokalisasi.

“Kami terus melakukan sosialisasi bahwa tempat tersebut akan ditutup pada tahun 2019,” katanya, Selasa (9/10).

Lebih lanjut, Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi mengungkapkan, pihaknya melalui Dinas Sosial saat ini tengah merumuskan berbagai upaya untuk mengalihkan profesi warga binaan pasca penutupan lokalisasi tersebut.

“Pada dasarnya sudah ada kesepakatan bahwa mereka setuju jika harus ditutup tapi tidak serta merta langsung ditutup. Harus ada prosesnya salah satunya juga memikirkan pekerjaan mereka setelah tempat itu ditutup,” ungkapnya.

Selain itu, Lanjut Hendi persoalan penutupan Resosialisasi Argorejo atau sunan kuning bukan hanya persoalan harus ditutup. Melainkan bagaimana mengembalikan harkat dan martabat perempuan yang ada di tempat itu saat kembali ke masyarakat.

“Kita harus pertimbangkan hal itu, karena ini menyangkut sebuah persoalan sosial kemanusiaan,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *