Peluang Kerja Tinggi, SMK N 8 Kota Semarang Kenalkan Kompetensi Keahlian Caregiver

SEMARANG (Asatu.id) – Kebutuhan tenaga pengasuh dan pendamping atau caregiver lansia baik didalam negeri maupun diluar negeri saat ini tergolong sangat tinggi.

Peluang tersebut berhasil dimanfaatkan oleh SMK Negeri 8 yang saat ini memiliki dua program studi kompetensi keahlian yakni perawatan sosial dan program Caregiver yang baru dibuka pada tahun ajaran baru 2018.

Wakil Ketua Kompetensi Keahlian SMK N 8 Semarang, Muntiani mengatakan, kebutuhan untuk tenaga pengasuh dan pendampingan lansia khususnya untuk luar negeri seperti negara Jepang, Australia, dan Eropa saat ini sangat tinggi. Sementara untuk program Caregiver di Jawa Tengah untuk saat ini hanya dimiliki oleh SMK Negeri 8 Kota Semarang.

“Program caregiver memiliki masa studi yang berbeda dengan jurusan lainya. Caregiver memiliki masa studi selama  empat tahun, tiga tahun teori dan satu tahunnya adalah praktik dilapangan, yakni berupa pendampingan lansia,” Katanya, saat ditemui Asatu.id, Selasa (9/10).

Lebih lanjut, Dia menjelaskan, untuk mempersiapkan para siswa siap bekerja diluar negeri, saat ini didalam kurikulum yang digunakan terdapat dua bahasa pengantar wajib yakni bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Hal tersebut juga disesuaikan dengan negara sasaran yang membutuhkan tenaga kerja Caregiver.

“Kita memiliki Laboratorium untuk menunjang atau memenuhi kompetensi Caregiver. Lalu untuk materi pembelajaran juga diberikan materi kesehatan dan keperawatan dasar,” ungkapnya.

Melalui laboratorium yang sudah disediakan, lanjut nya siswa dapat mempraktekkan secara langsung dan real dengan berbagai alat yang sudah disediakan yakni seperti alat pengukur tensi, pengukur suhu badan, alat bantuan pernafasan, dan ambulasi.

“Kita juga mempraktekkan bagaimana cara menulis huruf braille, serta bagaimana membacanya. Hal ini sebagai upaya bahwa lulusan Caregiver dari SMK N 8 siap untuk bekerja dan ditempatkan dalam situasi apapun termasuk mendampingi lansia yang kurang dalam penglihatanya,” ungkapnya.

Program caregiver sendiri menurut Muntiani sudah semakin banyak diminati. Hal itu terbukti membludaknya pendaftar saat penerimaan peserta didik, padahal saat ini pihak sekolah masih membatasi siswa untuk program tersebut hanya sebanyak 36 siswa atau hanya satu kelas.

“Kami pun bekerjasama dengan balai tenaga kerja untuk menyalurkan lulusan kami baik didalam negeri maupun diluar negeri,” ungkapnya.

Rencananya jurusan ataupun program baru ini, akan dipamerkan dalam gelaran expo SMK N 8 pada 18 Oktober mendatang. Expo tersebut rencananya akan dihadiri Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Selain caregiver, didalam expo tersebut juga akan dipamerkan hasil karya inovasi dari siswa SMK N 8 Semarang. Seperti robot pemungut sampah, smart house, dan aplikasi musik dengan menggunakan smartphone.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *