Kemarau Panjang, JNE Salurkan Bantuan Air Bersih

SEMARANG (Asatu.id) – JNE wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta mengadakan bakti sosial sumbangan air bersih di beberapa wilayah Jateng-DIY. Hal itu lantaran pada musim kemarau yang melanda beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Yogyakarta ini  membuat warga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Droping air bersih tersebut diberikan sejak bulan September lalu hingga Oktober ini dengan melakukan beberapa tahap. Tahap pertama, JNE Semarang dan JNE Purwodadi menyalurkan 10 tangki air ke Dusun Ngasem, Kelurahan Monggot, Kecamatan Gundih, Kabupaten Grobogan pada Minggu (9/9). Tahap kedua, JNE Sragen menyalurkan air bersih di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tangen dan Jenar pada

Marsudi, Head Regional Jateng-DIY, dalam sambutannya pada acara penyerahan bantuan di salah satu lokasi yang membutuhkan droping air, yaitu Dusun Tungu, Kelurahan Girimulyo, Kecamatan Panggang,  Kebupaten Gunungkidul mengungkapkan, rata-rata warga harus mengeluarkan biaya Rp150.000 – Rp185.000 untuk satu tangki air bersih. Dengan adanya bantuan itu, ia berharap dapat meringankan beban warga Dusun Tunggu.

“Saya mendampingi JNE Yogyakarta melanjutkan program bantuan air bersih yang diharapkan dapat meringankan beban warga Dusun Tungu yang biasanya harus mengeluarkan biaya Rp150.000 – Rp185.000 untuk satu tangki air bersih demi terpenuhinya keperluan sehari-hari. Begitu juga dengan masyarakat di daerah lainnya di Jateng – DIY yang terdampak kekeringan,” ungkapnya.

Sementara itu, Suprihatin, Kepala Dusun Tungu menyebutkan bahwa di Pedukuhan Tungu terdapat 226 Kepala Keluarga dan 121 diantaranya tergolong warga miskin. Pihaknya mengucapkan terima kasih lantaran JNE menunjukkan kepedulian kepada warga dusun Tungu yang sudah mengalami kekeringan sejak April lalu.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *