Hendi Berencana Ubah Sunan Kuning Jadi Kawasan Pondok Pesantren Modern

SEMARANG (Asatu.id) – Rencana Pemerintah Kota Semarang untuk menutup kawasan Resosialisasi Argorejo atau Sunan Kuning nampaknya tak main-main.

Berbagai penyuluhan pun terus dilakukan kepada warga binaan yang ada di tempat esek-esek tersebut. Salah satunya dengan melakukan pelatihan-pelatihan dan keterampilan.

Sementara disisi lain, Walikota Semarang Hendrar Prihadi berencana akan membangun pusat Pondok Pesantren modern atau islamic center di tempat tersebut.

“Bagusnya memang dijadikan sebagai pusat Pondok pesantren modern, idealnya kalau APPB Pemkot cukup bisa dilakukan pembebasan lahan, atau kita mempersilahkan jika ada swasta yang ingin ikut berinvestasi,” katanya, Selasa (9/10).

Namun demikian, Jika harus dilakukan pembebasan lahan, lanjut Hendi, anggaran Pemkot Semarang untuk saat ini belum cukup, dan membutuhkan waktu yang cukup lama yakni dua hingga tiga tahun untuk mencukupi pendanaan.

“Sudah kita lihat anggaran Pemkot sendiri untuk penyelesaian dengan memakai metode membeli semua aset ini belum mampu, mungkin dua tiga tahun mampu, sementata persoalannya tahun depan kan harus tutup,” ungkapnya.

Sehingga, sampai saat ini pihaknya masih berupaya pada penataan dan pembinaan sosialisasi kepada warga resosialisasi Argorejo  terutama para perempuan dan pemilik rumah.

“Kendala warga penghuni Argorejo kebanyakan bukan warga asli sehingga keterlibatan para perempuan tersebut untuk memulangkan ke tempat asalnya perlu sebuah pelatihan skill,” ungkapnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *