Gubernur Cari 180 Ribu Relawan Pendamping Ibu Hamil

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencari 180.000 orang relawan pendamping ibu hamil risiko tinggi. Sejumlah lembaga pun sudah menyatakan kesiapannya sebagai upaya nyengkuyung penurunan angka kematian ibu (AKI) melahirkan.

Ganjar mengatakan, salah satu upaya paling efektif dalam penurunan angka kematian ibu (AKI) melahirkan di Jawa Tengah adalah peningkatan sumber daya manusia, yang kemudian bisa saling mengawal dan mengawasi periode kehamilan.

“Ini berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia. Jateng sudah punya program 5NG, Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng. Ini sebenarnya ada temannya, yakni one student one client,” kata Ganjar pada acara Pertemuan Steering Committe untuk Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir di Jawa Tengah, di Wisma Perdamaian Semarang, Selasa (9/10).

One student one client merupakan program pendamping 5NG, di mana setiap ibu hamil mendapat pendampingan. Ganjar menjelaskan, sebenarnya student itu tidak berarti harus mahasiswa, tapi juga bisa kelompok masyarakat, LSM, pemerhati, kelompok atau pihak manapun yang peduli.

Melalui program 5NG, Pemprov Jateng telah berhasil menurunkan angka kematian ibu sebanyak 14 persen atau 88,58 per 100 ribu kelahiran, dan itu melampaui batas dari target yang ditetapkan SDG’s sebesar 3% per tahun atau 90 per 100 ribu kelahiran hidup.

Ganjar meminta pada forum tersebut, agar melahirkan reformulasi terkait penanganan AKI dan AKB. Dia menghendaki masukan apa yang mesti diperbaiki, muncul anggaran, kapasitas, infrastruktur, sistem evaluasi, fasilitas.

“Terus saya hitung, berapa rata-rata orang hamil per tahun di Jawa Tengah? Yang bermasalah berapa? Nah kita cari relawan untuk mendampingi ibu hamil yang bermasalah,” jelasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *