Butuh Tata Kelola Olahraga, Ganjar Ingin Dorongan Swasta

SEMARANG (Asatu.id) – Beriringan dengan raihan medali atlet Jateng baik dalam ajang Asian Games maupun Asian Para Games 2018, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku ingin memperbaiki tata kelola olahraga.

Hal itu ia sampaikan usai acara “Mas Ganjar Menyapa” dengan Topik “Olahraga Menyatukan Bangsa” di Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah, Puri Gedeh, Selasa (9/10).

Ganjar mengungkapkan, saat ini Jawa Tengah belum memiliki sistem yang dapat memantau dengan baik sehingga ia meminta adanya sistem informasi olahraga yang salah satunya untuk mempermudah penjaringan para atlet berkompeten pada tiap Cabor.

Ke depannya, lanjut dia, pihaknya akan memperbaiki tata kelola olahraga dengan menyiapkan Grand Design Good Sport Government yang nantinya ia harapkan akan menjadi tata kelola olahraga yang baik.

“Kita juga akan memperbaiki dari dalam, makanya kita sebut Grand Design Good Sport Government atau tata kelola olahraga yang baik. Ya duitnya jangan dikorup, bagaimana mengelola yang benar, bagaimana merencanakan anggaran untuk sebuah Cabor,” ungkapnya.

Sementara itu ia menambahkan, pihaknya saat ini telah melakukan upaya dalam persiapan infrastruktur tenaga jaringan. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan fasilitas di pertandingan-pertandingan Cabor. Selanjutnya dalam kaitannya dengan anggaran, Ganjar mengaku akan mencoba menggandeng pihak-pihak swasta untuk turut mendorong rencana-rencana tersebut.

“Kita mencoba mendorong untuk mempersiapkan infrastruktur tenaga jaringan untuk memfasilitasi di pertandingan yang penting anggarannya kita tambah. Tapi karena kita terbatas kita coba gandeng swasta. Swasta menurut saya penting agar kita tidak terlalu berat dan sekaligus bisa rutin,” terangnya.

Selanjutnya Gubernur Jawa Tengah itu menyontohkan perusahaan besar yang selama ini mendorong Jawa Tengah dalam dunia olahraga. Ia berharap akan ada perusahaan-perusahaan besar yang nantinya juga turut bekerjasama mengembangkan bidang olahraga di Jawa Tengah, “Seperti contoh bulu tangkis itu identiknya Djarum Jawa Tengah, saya pikir perusahaan-perusahaan besar juga bisa mendorong,” harapnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *