UUS Bank Jateng Kembali Raih The Best UUS 2018

SEMARANG (Asatu.id) – Unit Usaha Syariah (USS) Bank JAteng kembali mendapat kepercayaan sebagai “The Best USS 2018” katagori aset Rp 2,5 hingga Rp 5 Triliun selama dua tahun berturut-turut. Pada penghargaan kali ini, UUS Bank Jateng juga mendapat Special Award kategori “The Best Quality Asset Sharia Bank” yang diberikan oleh majalah Infobank.

Selain dari Infobank, UUS Bank Jateng juga mendapat penghargaan “The Best Sharia Business Unit” dari Tempo Media Group bekerjasama dengan Indonesia Banking School yang merupakan penghargaan tahunan kepada institusi perbankan di Indonesia meliputi Bank Konvensional, Bank Syariah dan BPD, dimana tahun ini diikuti 106 Bank Konvensional dan 12 Bank Umum Syariah berdasarkan penilaian kinerja operasional 2017.

Terhitung sampai dengan 31 Desember 2017, Aset tercapai sebesar Rp 4,14 Triliyun atau tumbuh 33,89 persen dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan Aset tersebut disebabkan adanya pertumbuhan pembiayaan sebesar 68,88 persen secara Year on Year (YoY) sehingga posisi pembiayaan UUS Bank Jateng pada 31 Desember 2017 tercapai sebesar Rp 2,19 Triliyun yang telah disalurkan kepada sektor riil sejalan dengan misi UUS Bank Jateng. Penyaluran pembiayaan tersebut tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian yang tercermin pada data NPF sebesar 0,86 persen.

Sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga UUS Bank Jateng tercapai sebesar Rp 2,68 Triliyun atau tumbuh 23,70 persen (YoY). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pertumbuhan Giro sebesar 137,17 persen atau tercapai sebesar Rp 259 Milyar. Pertumbuhan Giro yang signifikan dikarenakan adanya cross selling dan optimalisasi pengelolaan keuangan nasabah-nasabah pembiayaan di sektor korporasi dan komersil.

Tabungan juga mampu tumbuh signifikan mencapai 44,08 persen (YoY). Pertumbuhan Tabungan didukung oleh fitur-fitur unggulan seperti Host to Host yang dapat digunakan untuk pembayaran sekolah yang telah banyak diimplementasikan di berbagai sekolah maupun universitas. Simpanan Berjangka tercapai sebesar Rp 1,88 Triliyun atau tumbuh 11,81 persen (YoY).

Selain itu, dalam rangka memperkuat bisnis UUS Bank Jateng, pada Tahun 2018 ini direncanakan adanya penambahan modal kerja sebesar Rp 200 Milyar dari Bank Jateng selaku induk. Diharapkan modal kerja UUS Bank Jateng pada tahun ini dapat mencapai Rp 1 Triliyun sebagai pondasi dalam rangka persiapan Spin Off sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Tidak hanya sampai disitu, dalam rangka penguatan sumber pendanaan UUS Bank Jateng telah mencoba instrument baru berupa penerbitan Medium Term Note (MTN) sebesar Rp 500 Milyar.

Dari hasil kinerja tersebut, UUS Bank Jateng mampu membukukan Laba posisi 31 Desember 2017 sebesar Rp 69,74 Milyar atau tumbuh 145,96 persen (YoY). Pencapaian Laba tersebut ditopang oleh pendapatan operasional dari penyaluran dana sebesar Rp 270,39 Milyar, terutama pendapatan dari pembiayaan yang memiliki porsi sebesar 77,13 persen dari total pendapatan penyaluran dana.

Pendapatan operasional lainnya juga menunjukkan tren positif, dimana UUS Bank Jateng mendapat fee based income dari arrange pembiayaan-pembiayaan sindikasi.

Sementara dari sisi beban operasional, UUS Bank Jateng menunjukkan adanya perbaikan rasio efisiensi kegiatan operasional. Pada akhir Desember 2017, rasio efisiensi kegiatan operasional (BOPO) tercapai sebesar 77,67 persen atau turun 5,90 persen dari tahun sebelumnya sebesar 83,58 persen. Hal ini menunjukkan kinerja operasional UUS Bank Jateng yang sehat, efektif dan efisien.

Pada Tahun 2018 ini, UUS Bank Jateng membidik target Aset di posisi Rp 5,7 Triliyun dengan di topang oleh Pembiayaan sebesar Rp 3,45 Triliyun. Strategi yang akan ditempuh adalah dengan tetap mengoptimalkan pembiayaan di segmen korporasi baik melalui sindikasi maupun secara bilateral serta membentuk Retail Business Center untuk meningkatkan portofolio pembiayaan konsumer seperti pembiayaan Rumah, pembiayaan kepemilikan emas, pembiayaan Umroh, dan masih banyak yang lainnya.

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga direncanakan sebesar Rp 3,76 Triliyun melalui strategi cross selling dengan nasabah-nasabah pembiayaan untuk pengelolaan keuangannya khusunya nasabah korporasi baik perusahaan, sekolah, universitas, rumah sakit, dan lainnya. Strategi dalam penghimpunan dana ritel, UUS Bank Jateng aktif dalam penghimpunan dana setoran awal ibadah haji dan terus melakukan perbaikan kualitas layanan dengan harapan mampu memberikan service excellent kepada nasabah.

Selain itu, sebagai wujud terima kasih, UUS Bank Jateng memberikan apresiasi kepada nasabah berupa paket Umroh yang diselenggarakan dalam dua periode dalam setahun. Laba usaha direncanakan sebesar Rp 90,5 Milyar sebagai upaya dalam memberikan kontribusi kepada Bank Jateng yang secara tidak langsung akan berdampak kepada pembangunan daerah.

Percepatan pertumbuhan UUS Bank Jateng dua tahun terakhir didukung oleh penyaluran pembiayaan-pembiayaan sindikasi yang berdampak terhadap tumbuhnya aset UUS Bank Jateng di atas rata-rata pertumbuhan industri. Pengelolaan ekses likuiditas juga semakin beragam, tidak hanya penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Syariah. UUS Bank Jateng saat ini telah memiliki penempatan pada Surat Berharga sebagai aktifitas treasury Bank.

Pada sisi pasiva, UUS Bank Jateng telah berhasil menerbitkan Medium Term Note (MTN) sebesar Rp 500 Milyar. Di sisi permodalan, dua tahun terakhir modal UUS Bank Jateng bertambah Rp 500 Milyar yang semula sebesar Rp 300 Milyar menjadi Rp 800 Milyar. Dengan strategi-strategi tersebut, UUS Bank Jateng semakin memantapkan diri sebagai Bank yang kuat dan sehat.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *