USAID Bantu Program 5NG melalui Jalin

SEMARANG (Asatu.id) – Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5NG) mendapat bantuan United States Agency for International Development (USAID) melalui program Jalin.

Jalin merupakan program khusus dari USAID untuk mengurangi kematian ibu dan anak dengan mengonsolidasikan lintas sektoral. Ganjar pun merasa bersyukur semakin banyak pihak yang nyengkuyung untuk mengurangi angka kematina ibu (AKI) di Jateng.

Program 5NG ini  merupakan Rencana Strategis Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018 di bidang pembangunan kesehatan, berupa meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkeadilan,  mewujudkan SDM yang berdaya saing, mewujudkan peran serta masyarakat dan pemangku kepentingan dalam pembangunan kesehatan dan melaksanakan pelayanan administrasi internal dan pelayanan publik yang bermutu.

“Jalin ingin membantu dalam politik kesehatan kita Jawa Tengah. Mereka peduli sekali dengan angka kematian ibu melahirkan dan balita, dan inline dengan program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng,” terang Ganjar usai menerima perwakilan Jalin di Puri Gedeh, Senin (8/10).

Sejak diluncurkan Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng sendiri telah berhasil menurunkan AKI sebesar 14% yang melebihi target dunia (SDG’s) sebesar 3% per tahun atau 90 per 100 ribu kelahiran hidup. Sementara AKI di Jateng pada 2017 adalah 88,58 per 100 ribu kelahiran hidup. Padahal tahun 2013 AKI masih 118,62 per 100 ribu kelahiran hidup.

“Program itu (5NG) lima tahun berikutnya ini, tidak hanya untuk kesehatan ibu dan bayi, tapi kualitas janin. Tapi juga mengatasi stunting,” katanya.

Untuk mencapai itu, Ganjar perlu faktor pendukung lain, seperti memiliki rumah yang sehat, jamban, pangan yang cukup, gizi yang cukup. Nah peran itulah yang nantinya akan dikerjakan oleh Jalin.

“Kalau nanti muaranya adalah kualitas kesehatan, dan kita mau ngambil sisi kesehatan manusia sejak dalam kandungan sampai lahir, maka saya minta dibuatkan analisis. Sektor apa yang mendukung, metode apa yang dipakai, politik anggarannya seperti apa, regulasi apa yang mesti dibuat,” katanya.

Saat ini Jalin telah bekerja sama dengan enam provinsi di Indonesia, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, Sumut dan Sulsel. Selain koordinasi intensif dengan pemerintah, Jalin juga terus menjalin kemitraan dengan perusahaan.

“Yang begini ini menurut saya kekuatan masyarakat yang luar biasa. Kalau mereka bisa berbagi cerita itu di workshop bisa kita angkat jadi kebijakan di Jawa Tengah,” pungkasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *