Tingkatkan PAD, Pemprov Optimalkan BUMD

SEMARANG (Asatu.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berupaya mengoptimalkan sepuluh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Sepuluh BUMD akan kami genjot agar mampu memberikan kontribusi berupa pendapatan asli daerah (PAD) kepada Pemprov Jateng,” kata Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jateng, Budiyanto saat menjadi narasumber di  Prime Topic, di Harris Hotel, Senin (8/10).

Menurut Budiyanto, jika sepuluh BUMD yang bisa beroperasi optimal, perusahaan miliki daerah ini dipastikan dapat mendongkrak PAD Jawa Tengah 2018 ini. Total kontribusi kesepuluh BUMD ini tahun 201 pada PAD mencapai 459 miliar rupiah.

“Sumbangan PAD ini melebihi target yang ditentukan Pemrov Jateng. Apabila seluruh BUMD Jateng berkontribusi positif, maka PAD Jateng dipastikan mengalami kenaikan,” ujar Budiyanto

Kesepuluh BUMD tersebut adalah PT Bank Jateng, PT Citra Mandiri Jawa Tengah, BPR BKK, PT perusahaan daerah air bersih (PDAB), Kawasan Industri Wijaya Kusuma, PT Askrida, PT PRPP, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), PT SPHC, dan PT Jamakrida.

Budiyanto mengatakan sumbangan PAD yang cukup besar ini tidak menghentikan Jawa Tengah untuk terus berinovasi. “Jateng terus akan berkaca pada BUMD provinsi lain, seperti  DKI Jakarta”, paparnya.

Dia mengakui perbandingan ini sedikit ekstrim, namun hal ini dibutuhkan untuk terus meningkatkan pendapatan. “DKI memiliki modal yang besar, dinamika dan wilayahnya luar biasa, namun Jateng mengarah ke sana meski belum dapat disejajarkan,” katanya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *