Optimalisasi Pendapatan Non-pajak Perlu Kreativitas

SEMARANG (Asatu.id) – Optimalisasi pendapatan daerah provinsi Jawa Tengah masih perlu upaya kreatifitas, hal tersebut dibahas dalam acara Prime Topic di Cafe Hotel Harris, Senin (8/10). Hadir dalam acara tersebut tiga narasumber, yaitu dari Komisi C DPRD Jawa T engah, Kepala Biro Perekonomian Jawa Tengah dan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Semarang.

Muhammad Rodhi selaku ketua Komisi C DPRD Jateng mengungkapkan acara yang bertempat di Harris Hotel Jalan Ki Mangunsarkoro tersebut, mengungkapkan diskusi ini merupakan upaya mengoptimalisasi pendapatan provinsi Jawa Tengah baik berupa pajak, pendapatan atas pemakaian kekayaan daerah dan lainnya.

“Jawa Tengah memiliki tiga pendapatan yakni melalui retribusi pajak, pendapatan atas pemakaian kekayaan daerah serta pendapatan lainnya yang sah. Kami bahas hari ini untuk mengoptimalisasi ketiganya,” ungkap M. Rodhi.

Kepala Badan Perekonomian Jawa Tengah, Budiyanto Eko Purwono, mengatakan provinsi Jawa Tengah harus terus berinovasi untuk meningkatkan permodalan. Ia menambahkan kreatifitas sangat diperlukan dalam mengoptimalkan sumber pendapatan selain pajak.

“Yang kita dorong sekarang adalah semangat dalam mengoptimalkan sumber pendapatan di luar pajak, contohnya memacu kreatifitas SKPD dengan mengasah jiwa entrepreneur mereka,” ujar Budiyanto.

Hardiwinoto, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Semarang mengamini hal tersebut dengan mengasah kreatifitas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk melihat peluang-peluang usaha yang ada di Jawa Tengah.

“Pintar-pintar melihat peluang, salah satu contohnya pariwisata. Pengembangan pariwisata akan berpengaruh ke perhotelah dan transportasi,” kata Hardiwinoto.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *