Di Penggaron, Relokasi PKL Mlatiharjo Lebih Diprioritaskan

BARU : Pasar Barito baru yang ada di Penggaron (doc.)

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto menyampaikan, proses relokasi pedagang kaki lima (PKL) Mlatiharjo lebih diprioritaskan dibandingkan dengan PKL Bugangan, Rejosari Blok VII dan VIII, serta Karangtempel.

Hal ini menurut Fajar, karena PKL dari ketiga kelurahan selain Mlatiharjo tersebut akan direlokasi ke tempat yang berbeda, yakni lahan sewa di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Dijadwalkan, akhir Oktober ini, bangunan kios milik semua PKL tersebut dibongkar dan mereka segera direlokasi.

’’Pembangunan selter bagi PKL yang direlokasi ke lahan sewa MAJT sekarang dalam proses pengerjaan. Permintaan pedagang untuk pembuatan jalan akses juga telah dipenuhi Pemkot,” kata Fajar.

Fajar berharap pedagang bisa pindah dalam waktu dekat ini. Pihaknya masih memastikan terkait luas dan biaya lahan sewa. Kedua hal itu nantinya akan diajukan dan dimusyawarahkan bersama pengurus MAJT.

’’Awalnya, luas lahan sewa secara keseluruhan yang disediakan Pemkot hanya 1,2 hektare. Namun kemudian PKL meminta diberikan tambahan seluas 0,75 hektare. Jadi saat ini, kami masih dalam tahap pembicaraan dengan MAJT terkait biaya dan luas lahan sewa,’’ tambahnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *