Biennale Jateng 2018 Hadirkan 58 Seniman

SEMARANG (Asatu.id) – Pameran Biennale Jawa Tengah yang rutin digelar dua tahun sekali resmi dibuka Minggu (7/8) malam. 58 seniman dari berbagai daerah turut serta meramaikan acara seni yang dipusatkan di Kawasan Kota Lama Semarang.

Untuk kali ini, Biennale 2018 mengusung tema The Future of History dengan menampilkan karya-karya berupa fotografi, instalasi, lukisan, hingga karya-karya yang menggunakan media campuran (mix media) dengan beragam aliran genre seni.

“Pameran Biennale ini selain untuk menggeliatkan kegiatan seni di Jawa Tengah, Khususnya Kota Semarang, juga untuk menghidupkan Kawasan Kota Lama Semarang dengan berbagai macam kegiatan,” kata Kepala Disporapar Jateng Oerip Sihabuddin saat pembukaan.

Pameran Biennale 2018 sendiri berlangsung 7 – 21 Oktober dengan menggunakan 5 gedung utama yang ada di Kawasan Kota Lama Semarang sebagai galery tempat memajang karya para seniman, mulai dari Semarang Contemporary Art Gallery, Oudetrap, gallery PPI, Resto Pringsewu, dan Kedai 46.

Turut meramaikan dalam acara pembukaan tersebut pentas kolaborasi seniman Andy Sueb (Racau Kemarau) dan Aristya Kuver (Tanpanada) yang digabungkan dengan aksi performance act model sekaligus seniman muda yang sedang naik daun, Davina, di Taman Sri Gunting.

“Selama 15 hari pameran, acara ini juga diramaikan dengan berbagai agenda kegiatan. Selain menampilkan karya senirupa, penampilan sejumlah seniman serta diskusi juga akan digelar di beberapa lokasi gedung,” kata Nugroho DS mewakili pihak panitia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *