Anak dengan Kanker Tetap Bisa Tumbuh Baik Karena Peran Masyarakat

SEMARANG (Asatu.id) – “Ibuku, aku ingin belajar menari dan menari; belajar menjadikan rumah sakit dan rumah singgah untuk menjadi bermain sehingga tidak ada lagi rasa jenuh.”

Begitulah sekiranya petikan puisi yang dibawakan anak dengan Kanker yang tampil di sela-sela Talkshow “Pentingnya Asupan Makanan untuk Anak dengan Kanker dan Kids Jaman Now” yang diselenggarakan oleh Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) dalam rangka ulang tahun kedua YKAKI cabang kota Semarang.

Dalam penampilannya itu, sembilan anak dengan itu juga membawakan lagu “Kepala Pundak Lutut Kaki” disertai gerakan yang tidak menunjukkan indikasi sakit.

Mengapresiasi hal itu, Dr. dr. Moedrik Taman, Sp.A(K) mengungkapkan, anak dengan kanker juga dapat tumbuh dengan optimal seperti lainnya. Menurutnya, baik anak dengan kanker tetap harus bisa melakukan aktivitas seperti anak-anak pada umumnya.

Menurut dr. Moedrik, untuk dapat mencapai tumbuh kembang optimal itu harus dilakukan beberapa pendekatan yang komprehensif baik preventif, promotif, kuratif, rehabilitatif maupun psikososial.

“Psikososial juga ada karena anak-anak tumbuh dan berkembang. Ini tadi saya lihat saya sangat senang sekali. Kalau zaman dulu kita obati saja, bukannya sembuh malah kambuh. Tapi sekarang hampir dikatakan tidak karena ada peran masyarakat ini,” ujarnya dalam Talkshow baru-baru ini.

Ia menjelaskan, sekarang ini diantara anak yang terkena kanker banyak yang dapat tumbuh baik karena peran serta masyarakat. Selain itu, adanya berbagai fasilitas dari pemerintah saat ini juga turut membantu pengobatan anak-anak tersebut.

“Sekarang ini yang tidak bisa datang ke rumah sakit sekarang datang, yang tidak bisa membayar biaya administratif sekarang ada rumah singgah dsb, saya senang sekali. sekarang lintas program bisa berjalan dengan baik. Mereka tidak akan ketinggalan dengan yang lain karena tumbuh kembangnya bisa begini,” jelasnya.

Sementara itu, ia melanjutkan, dengan adanya penampilan anak-anak tersebut sekarang ini sudah ada bukti nyata anak-anak penderita kanker bukanlah anak-anak yang lemah, melainkan dapat melakukan aktivitas layaknya anak pada umumnya.

“Kita harus berpikir di luar pikiran kita yang dulu bahwa pikiran kita anak-anak  kanker itu anak-anak yang lemah, kuru, sekarang ibu-ibu bisa buktikan sendiri anak-anak dengan kanker bisa tetap ceria seperti ini,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *