Kisah Haru, Relawan PMI Bertemu Kembali dengan Keluarga Pasca Bencana Gempa dan Tsunami Palu

SEMARANG (Asatu.id) – Ada cerita haru dibalik evakuasi korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala yang dilakukan tim relawan dari PMI. Suasana mengharukan terjadi pada saat pertemuan satu keluarga yang sebelummya sempat dikabarkan hilang pasca bencana gempa tsunami yang menerjang wilayah Sulawesi Tengah.

Air matapun pecah pada saat detik-detik seorang relawan PMI merangkul pundak kedua orang tuanya yang dikabarkan hilang sepekan kebelakang. Cerita ini dialami salah seorang relawan PMI yang bernama Andi Satar yang bertugas sehari-hari di PMI Kota Palu.

“Perasaan saya sedih dan bahagia campur aduk karena hari ini saya bisa berkumpul kembali dengan keluarga. Sudah hampir sepekan lebih saya tidak menemukan kabar ayah dan ibu saya,” ungkap Satar, panggilan akrabnya Andi Satar yang sehari-hari bertugas sebagai koordinator pelayanan pemulihan hubungan keluarga/ Restoring Familiy Link (RFL) di posko tanggap darurat PMI provinsi Sulawesi Tengah.

Satar menceritakan, dirinya sudah hampir pasrah mencari dan meminta informasi keberadaan kedua orang tuanya ini. Selama sepekan lebih ia harus berjuang keras mencari kabar keluarganya yang hilang diantara kesibukannya

“Teman-teman relawan PMI lainnya terus memberikan dukungan semangat kepada saya, hal ini membuat saya terus semangat melayani para warga yang mengalami hal yang sama dengan saya,” lanjut Satar.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ibunya Samsiar (50), Cerita diketemukannya informasi keluarganya ini setelah dirinya terus mencari tanpa henti menanyakan mencari ke setiap posko pengungsian di pelosok-pelosok wilayah keberadaan keluarganya ini.
Akhirnya takdir berkata baik, tepat di lokasi pengungsian di Desa Toaya Vunta, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala akhirnya dirinya bisa dipertemukan kembali dengan keluarga tercinta.

Pasca gempa dan stunami ini banyak keluarga yang terpisah, baik di kota Palu dan sekitarnya. Mereka kehilangan sanak saudara saat mencari tempat aman ketika gempa mengguncang. Mereka berhamburan ke luar rumah, hingga hanyut terbawa arus ombak akibat tsunami.

Saat ini, PMI membuka posko layanan pemulihan hubungan keluarga/ Restoring Familiy Link (RFL). Informasi atau data yang dilaporkan orang masyarakat terdampak melalui laman familylinks.icrc.org/indonesia atau  datang langsung ke Posko PMI. Sarana ini diharapkan akan sangat membantu dalam usaha pencarian kerabat atau anggota keluarga. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *