FIKSI: Pameran Hasil Kreasi Siswa Berkebutuhan Khusus dari Seluruh Indonesia

SEMARANG (Asatu.id) – Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) acara yang diadakan Kementrian Pendidikan melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) memamerkan hasil kreasi anak berkebutuhan khusus (ABK) dari seluruh provinsi di Indonesia, yang kali ini digelar di Klenteng Sam Poo Kong Semarang, Sabtu (6/10).

Agung Prianto, selaku panitia dari Direktorat PKLK mengungkapkan FIKSI merupakan agenda tahunan Kementrian Pendidikan yang kali ini diadakan untuk para ABK dari sekolah luar biasa (SLB) seluruh provinsi di Indonesia. Kerajinan para ABK yang ditampilkan selama dua hari ke depan, hingga hari Minggu (7/10) ini sebelumnya telah diseleksi oleh provinsi masing-masing.

“FIKSI adalah agenda tahunan Kementrian Pendidikan, kali ini khusus ABK dari SLB se-Indonesia yang sudah diseklesi melaui provinsi masing-masing. Jadi yang dipamerkan  di sini adalah hasil pemenang dari tiap-tiap provinsi,” ungkap Agung.

Pemilihan Sam Poo Kong sendiri sebagai lokasi memamerkan hasil karya siswa-siswi SLB dari seluruh penjuru Indonesia ini  karena selain merupakan salah satu ikon Kota Semarang, Sam Poo Kong akan banyak dikunjungi wisatawan baik dari luar maupun dalam Kota Semarang. Hal tersebut akan meningkatkan interaksi para ABK dengan masyarakat serta melatih mereka dalam memasarkan hasil kreasi mereka. Acara ini sendiri baru pertama kali diadakan di ruang terbuka, Agung mengatakan jika pada tahun-tahun sebelumnya FIKSI selalu diadakan di dalam ruangan.

“Ini baru pertama kali acarana outdoor, walaupun agak panas tapi ini bisa jadi ajang untuk ABK berinteraksi ke lebih banyak orang sehingga bisa memasarkan produk-produk terpilih andalan yang telah mereka buat sendiri,” ujar Agung.

Acara ini dikeliling stand-stand yang dibuat seunik mungkin dari tiap provinsi serta menonjolkan kebudayaan mereka masing-masing. Dihibur oleh beberapa band dari SLB di Jawa Tengah, sebagai tuan rumah dan di akhir acara ini pada hari Minggu akan diadakan penutupan dan pengumuman para pemenang dari lomba-lomba yang telah digelar selama tiga hari ini. Beberapa lomba yang diadakan adalah stand terunik dan revitalisasi pendidikan untuk para kepala sekolah SLB yang ikut serta dalam acara ini.

Agung berharap dengan adanya acara ini para ABK dapat berbaur dengan masyarakat seluruh kalangan serta meningkatkan kemampuan mereka dalam berkresi dan memasarkan produk. Selain itu pameran ini juga diharapkan dapat mengedukasi masyarakat, tentang para ABK yang pada dasarnya sama seperti masyarakat padaa umumnya. Agung menegaskan jika anak berkebutuhan khusus tidak butuh rasa iba dari masyarakat, untuk berprestasi mereka hanya butuh kesempatan yang sama dengan anak lainnya.

“Melalui acara ini kita ingin membuktika, bahwa ABK bisa bebaur dan tidak butuh dikasihani. Mereka hanya butuh diberikan ruang dan kesempatan untuk berkarya,” tutup Agung.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *