Wagub Jateng: Penanganan Paling Berat Pascagempa adalah Psikologis

SEMARANG (Asatu.id) – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin memberikan tanggapan berkait dengan penanganan bencana gempa yang baru-baru ini terjadi. Ia mengatakan, penanganan paling berat pascagempa itu adalah psikologis korban.

Hal itu ia kemukakan dalam acara dialog interaktif “Mas Ganjar Menyapa” yang disiarkan langsung dari Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah, Puri Gedeh, Selasa (2/10). Menurutnya berdasarkan pengalaman dalam penanganan gempa di Aceh, dampak dari bencana tersebut adalah kebutuhan yang sangat mendesak sehingga berpengaruh pada psikologisnya.

“Maka pemerintah provinsi mari kita buat yang betul-betul, kita cepatkan bantuan-bantuan kita agar mereka tidak melakukan hal yang tidak baik. apalagi nanti akan ada kerjasama dengan MUI, tokoh-tokoh keagamaan untuk mengobati rasa sakit hatinya ini, pikirannya, traumanya,” himbaunya dalam keadaan darurat Palu sekarang ini.

Selanjutnya, ia meminta Dinas Kesehatan untuk segera mengirimkan dokter jiwa lantaran menurutnya hal tersebut sangat diperlukan untuk mengobati trauma para korban bencana. Selain itu, ia juga meminta adanya rohaniawan, santri, maupun tokoh-tokoh agama yang lain untuk turut membantu mengobati trauma korban.

“Saya berharap Jateng mengirimkan bantuan ini semua ke korban bencana, insya Allah tanggal 6 Oktober akan bareng-bareng kita berangkatkan agar terkoordinir,” jelasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *