Peringati Hari Museum, PT KAI Gelar Blusukan Ke Sekolah-sekolah

SEMARANG (Asatu.id) – PT KAI menggelar kegiatan Museum Goes to School bertajuk “Museum dan Generasi Milenial” dalam rangka Festival Hari Museum Indonesia Tahun 2018.

Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang Suprapto mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada pelajar bahwa museum selain sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, juga sebagai destinasi wisata yang menghibur, sehingga generasi milenial mengetahui dan paham akan arti sejarah.

“Sebanyak 4 sekolah di sekitar wilayah Semarang menjadi target dari tim Heritage PT KAI dalam kegiatan blusukan Museum Lawangsewu kali ini. Pelaksanaan blusukan sosialisasi museum perkeretaapian dilakukan mulai di SD Islam Bilingual Annisa sebanyak  93 siswa, SDN Barusari 01 sebanyak 52 siswa, dan SMAN 5 Semarang sebanyak 63 siswa pada tanggal 2 Oktober 2018. Dan selanjutnya pada tanggal 3 Oktober 2018 di SMAN 7 Semarang sebanyak 60 siswa,” ujarnya, Rabu (3/10).

Antusiasme tinggi diperlihatkan oleh generasi milenial akan materi yang disampaikan oleh tim Heritage PT KAI disetiap kegiatan ini. Selanjutnya, tim sosialisasi memberikan cindera mata kepada pihak sekolah sebagai ikatan jalinan antara dunia pendidikan dan pihak museum.

Selain kegiatan sosialisasi ke sekolah-sekolah tersebut, lanjut Suprapto, dalam rangka memperingati Hari Museum Indonesia pada tanggal 12 Oktober 2018, pihak PT KAI unit Architecture and Preservation melaksanakan berbagai kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 12 s/d 14 Oktober 2018.

“Kegiatan tersebut diantaranya Museum goes to school, Join exhibition, Sharing Session, Goes to Lawang sewu, Lomba kreativitas pelajar,” jelasnya

Suprapto menambahkan berbagai kegiatan dalam festival Hari Museum Indonesia 2018 di Lawangsewu – Semarang ini, diadakan sebagai bagian dari upaya edukasi, promosi dan publikasi museum perkeretaapian kepada masyarakat.

“Sehingga nantinya generasi milenial menjadi paham dan pada akhirnya bisa meningkatkan minat berkunjung masyarakat ke Museum Lawangsewu dan Museum Ambarawa, ” tambahnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *