Ganjar Ingin Megadeth Konser Pakai Kostum Batik

SEMARANG (Asatu.id) – Saat ini pemerintah terus mengupayakan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas batik. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengombinasikan batik dengan berbagai media agar orang merasa nyaman saat mengenakannya.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan batik harus berinovasi dengan era kekinian, misalnya dipadukan dengan celana jeans batik, syal batik dan sebagainya. Bahkan di Jateng sudah ada batik lurik batik, dimana kain batik dan kain lurik dikombinasikan menjadi karya yang indah.

Hal tersebut dikatakannya saat menjadi keynote speaker dalam acara Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2018, di hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Rabu (3/10).

Tak ketinggalan dirinya juga memamerkan batik Rifa’iah asal Batang dan Batik Samin Surosentiko dari Blora di sejumlah tamu yabg hadir.

“Setidaknya ada tiga isu yang harus dibahas dalam pertemuan JIBB 2018 ini. Pertama di sisi hulu, terkait bagaimana pemerintah membantu para perajin batik untuk memenuhi peralatan yang dibutuhkan. Sebab saat ini, dirinya banyak mendapat keluhan dari perajin terkait sulitnya mendapat pewarna batik yang bagus namun tidak mencemari lingkungan.

“Kedua terkait bagaimana cara mengkomunikasikan produk batik agar menjadi alat diplomasi Indonesia. Dan ketiga adalah di sisi hilir, yakni bagaimana membantu para perajin dan produsen batik mendapat fasilitas dan kemudahan-kemudahan,” tandasnya.

Terakhir, Ganjar juga berharap batik dapat terus disosialisasikan kepada masyarakat khususnya anak muda.

“Di Jogjakarta sebentar lagi ada konser musik Megadeth, kalau bisa nanti mereka tampil memakai kostum batik, kan keren musisi rock internasional tampil menggunakan batik,” tutupnya.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan, batik bisa menjadi media diplomasi budaya Indonesia.

“Salah satu cara untuk mewujudkan hal itu adalah melakukan inovasi, misalnya melakukan kombinasi batik dengan fashion dunia agar batik dapat membuka ruang ekspor batik ke dunia dan mengukuhkan batik di kancah dunia sebagai produk seni budaya rakyat Indonesia,” tutupnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *