Alasan Bulog Bangun Pasar Induk Beras di Jawa Tengah

SEMARANG (Asatu.id) – Divisi Pengembangan Bisnis dan Industri Hulu Bulog, Djoni Nur Ashari mengatakan, selain Jawa Tengah, Bulog juga memiliki rencana pembangunan PIB di daerah lain seperti Jawa Timur, Jawa Barat, NTB, Lampung dan Sumatera Selatan.

Menurut Djoni, saat ini pilot project sedang dikerjakan di Pare-Pare Sulawesi Selatan, di mana progress fisiknya sudah mencapai 50 persen.

Pemilihan Jawa Tengah sebagai salah satu daerah yang dibangun PIB, lanjut Djoni, karena daerah ini merupakan daerah dengan produksi komoditas padi yang besar. Selain itu, kualitas hasil giling di Provinsi ini juga sangat bagus.

“Jateng saat ini juga menjadi pemasok gabah/beras ke sebagian wilayah di Indonesia. Jateng juga memiliki sarana pascapanen yang memadai di sejumlah Kabupaten dan memiliki pelabuhan di Kota Semarang,” katanya.

Rencana pembangunan Pasar Induk Beras (PIB) di Provinsi Jawa Tengah, juga sudah disetujui oleh Gubernur Ganjar Pranowo. Tujuannya untuk memangkas rantai dristibusi. Dengan adanya pasar induk beras, diharapkan stok maupun harga beras bisa lebih dikendalikan.

Pasar Induk Beras (PIB) Jawa Tengah yang akan dibangun tahun depan di Semarang, telah mendapat calon lokasi di Gudang Beras Bulog Tambakaji, Ngaliyan. Lokasi itu memiliki enam unit gudang dengan luas tanah sekitar tiga hektar. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *