Hendi: Jadi Pengusaha Tidak Melulu Bermodal Uang, tapi Jualan Konsep

GEBYAR UMKM : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membuka secara resmi Gebyar UKM Indonesia dengan tema ” UKM Indonesia Zaman Now” di Gd. Lokakrida lantai 8 Balai Kota Semarang, Selasa (02/10). Doc.Humas Pemkot Semarang.

SEMARANG (Asatu.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan bahwa saat ini angka pengangguran di Indonesia khususnya di Kota Semarang masih cukup tinggi tercatat 6,8%. Artinya usia produktif masih banyak yang belum tertampung dalam lapangan pekerjaan.

Hal tersebut di katakan Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini saat membuka Gebyar UKM Jaman Now, di Ruang Lokakrida Lt.8 Balai Kota Semarang, Selasa (2/8).

“Untuk itu Pemkot Semarang akan melakukan berbagai upaya dalam menciptakan lapangan pekerjaan khususnya dalam mengembangkan semangat berwirausaha ataupun menjadi pengusaha,” ujarnya

Hendi mengungkapkan menjadi pengusaha tidak melulu dengan modal uang tapi bisa dimulai dari bawah diawali dengan berjualan konsep, jualan diferensiasi dan jualan ide yang bisa menghasilkan lapangan pekerjaan.

Setelah siap dengan ide barulah mengembangkan dengan sarana Teknologi Informasi, dan ditambah dengan kreatifitas, konsep yang jelas dan keberanian.

“Permasalahan yang sering di hadapi UKM adalah permodalan dan pemasaran. Permodalan kami siap membantu dengan Kredit Wibawa, sedangkan pemasaran UKM diharapkan mengembangkan dengan cara-cara terkini. Misalnya dengan mengembangkan informasi teknologi atau secara online, sehingga bisa memasarkan hingga luar negeri” harapnya.

Pelaku pengrajin atau yang lebih dikenal dengan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di tuntut agar lebih berinovasi dalam memasarkan produk usahanya.

Inovasi tersebut haruslah disesuaikan dengan zaman sekarang yang mayoritas konsumennya kaum milenal yang melek akan informasi teknologi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *