Heydi Ibrahim : Amaranta Group Band Remaja Penerus Powerslaves

SEMARANG (Asatu.id) – Vokalis grup rock legendaris asal Kota Semarang Power Slaves, Heydi Ibrahim apresiasi dengan diluncurkannya album perdana ground band remaja Amaranta.

“Saya jadi ingat, semasa 27 tahun yang lalu, sekarang saya sudah 49 tahun, tapi masih rokc is my mind man! Saya tidak bisa mengkritik, seperti teman saya tadi, saya hanya bisa tularkan apa yang menjadi kesalahan saya dulu. Saya, 27 tahun lalu, dari indung saya, manajer saya kakak kandung, Power Slaves awalnya adalah band keluarga, awal launching sama persis seperti ini,” katanya, usai peluncuran album perdana Group Band Remaja “Amaranta”  bertajuk Best Friend, di Hotel Neo, Kota Semarang, Minggu (30/9).

Heydi berharap, manajemen keluarga yang dimiliki grup rock remaja Amaranta ini tetap bisa dipertahankan meski grup ini nantinya akan menjadi grup band sekelas Power Slaves ke depan.

“Manajemen keluarga bagus biar anak-anak dan adik adik ini bisa dikontrol. Pesan saya yang penting, jangan jauh dati tuhan, harapan saya lakukan ini, kita, saya, Power Slaves pernah tidak di jalan Tuhan,” ungkapnya.

Heydi menambahkan, baginya musik di dunia tidak ada musik yang terjelek maupun yang terbaik. Namun, musik bisa diterima jika dalam lagu-lagunya terdapat pesan-pesan yang bermakna bagi yang mendengarkanya.

“Kita bicara musik maka kita bicara persoalan yang universal, persoalan itu bisa cinta, bisa tentang keindahan alam atau apa saja. Yang membuat musik tidak bisa diterima oleh satu kalangan adalah soal pesan yang dibawa dalam sebuah lagu oleh grup musik itu,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *