Night Comes for Us tayang Serentak di Netflix Oktober Mendatang

SEMARANG (Asatu.id) – Disambut baik pada pemutaran perdananya dalam acara Fantastic Fest di Austin, Texas, Minggu (23/9). Film garapan sineas Indonesia Night Comes for Us segera tayang serentak di Netflix.

Film besutan sutradara Timo Tjahjato mengumumkan melalui laman twitter pribadinya, bahwa film berdurasi 121 menit itu akan tayang serentak secara internasional di layanan streaming online Netflix, mulai tanggal 19 Oktober mendatang.

“No reason to not be in love with @netflix, had it not for them a film like Night Comes for Us will never be made. They literally picked up the pieces of my 6year old broken dreams, made it happen. If converting to Netflix as a religion is possible, I’d do that,” ungkap Timo di laman twitter pribadinya @timobros, Rabu (26/9).

Dalam cuitan tersebut Timo mengungkapkan kebahagiaannya terhadap Netflix yang bersedia memberikan akses untuk penikmat film macanegara menonton film yang dibintangi Joe Taslim dan Iko Uwais tersebut. Timo juga mengatakan bahwa layanan streaming film tersebut telah mengabulkan mimpinya yang selama enam tahun ini hampir hancur.

Night Comes for Us sendiri telah mencuri perhatian di pemutaran perdananya, bahkan film ini mendapatkan skor 9.2 pada salah satu situs film besar, IMDb. Menggandeng dua aktor laga Indonesia yang telah berkarir di Hollywood, Joe Taslim (Star Trek Beyond) dan Iko Uwais (Mile 22) yang sebelumnya pernah berkolaborasi dalam film The Raid Redemption (2011).

Dilansir dari wawancaranya dengan Film School Rejects, Timo mengungkapkan ide untuk membuat film ini datang setelah ia menyelesaikan permainan Grand Theft Auto. Ia berpikir mengumpulkan karakter pada satu tempat, dalam hal ini Jakarta lalu dari situlah cerita dimulai.

“Film ini perpaduan dari banyak hal, saya menyukai gagasan tentang orang-orang yang misterius. Pada budaya barat gambaran mengenai misterius adalah orang-orang dengan setelan jas yang duduk nyaman di sofa,” paparnya, “Namun untuk saya orang-orang yang kurang diperhitungkan, duduk di kios kecil sambil merokok dan menyantap mie instan adalah orang yang paling berbahaya. Dari situlah datang inspirasi yang sebenarnya.”

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *