BBWS: Kementerian PUPR Minta Percepatan Pembangunan Proyek Normalisasi BKT

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana, Ruhban Ruzziyatno mengatakan terkait progres pembangunan proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang masih mengalami persoalan relokasi sejumlah pemukiman dan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan bantaran.
Hal ini dikatakannya saat ditemui awak media usai kegiatan Seminar Nasional dengan tema “ Pembangunan Nasional Berwawasan Lingkungan “ di Gedung Satya Graha, Semarang, Sabtu (29/9).
“Di sekitaran bantaran BKT masih ada beberapa warga dan PKL. Tapi sebagian sudah mulai dipindah demi kelancaran. Sudah, sudah ada kesepakatan. Mereka pindah di Masjid Raya yang (kawasannya) sudah kita ratakan,” tukasnya.
Meskipun demikian, lanjut dia, pembangunan proyek senilai Rp 485 miliar tersebut saat ini telah mencapai 50 persen sejak dimulai akhir 2017 lalu. Namun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta dipercepat penyelesaiannya karena jika sesuai kontrak, proyek baru akan berakhir tahun 2019.
“BKT itu multi-years, tiga tahun dari 2017 sampai 2019. Tapi pak Menteri PUPR (Basuki Hadimuljono) 2018 selesai. Kita cuma kendalanya di sosial saja. Kalau itu selesai, cepat sekali (progressnya),” jelasnya.
Ruhban menjelaskan, bahwa saat ini proyek tengah fokus pada pembangunan di titik in-stream atau alur sungai. Revetment alias struktur pelindung sedang dibangun untuk bagian plengsengan sungai.
“Pekerjaan tanah kan sudah 90 persen, tanah yang dulu diangkut banyak sekali itu. Tinggal revetment-nya ini menghindari nanti kalau hujan turun, pekerjaan harus sudah beres, baru nanti kita bicara parapet,” pungkasnya.
Perlu diketahui bahwa proyek normalisasi sungai BKT yang membentang sepanjang 6,7 kilometer tersebut dikerjakan oleh tiga kontraktor sekaligus. Dimulai dari muara sungai hingga Jembatan Majapahit dan ke diharapkan dapat menanggulangi persoalan banjir.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *