Bulan Kesehatan Gigi Nasional Ajang untuk Edukasi

SEMARANG (Asatu.id) – drg. Suryono Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Unissula mengatakan, prevaliensi karies gigi dari tahun ke tahun tidak terjadi penurunan yang signifikan. Ia menjelaskan, hampir setiap masyarakat mengalami masalah gigi berlubang.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan Fakultas Kedokteran Gigi Unissula yang bekerjasama dengan PDGI, AFDOKGI dan PT Unilever dalam penyelenggaraan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2018 pada Kamis 27 – 29 September 2018. Agenda yang merupakan tahun ke-8 itu memberikan penanganan kesehatan gigi gratis kepada 1000 pasien.

“Ini sangat menarik perhatian kita karena kita melihat bahwa prevalensi atau insidensi karies itu dari tahun ke tahun tidak terjadi penurunan yang signifikan. Artinya bahwa hampir setiap masyarakat kalau kita suruh buka mulut pasti ada gigi berlubangnya,” ujarnya di sela-sela kegiatan BKGN, Kamis (27/9).

Menurutnya, Fakultas Kedokteran Gigi Unissula yang membidangi hal tersebut memiliki tantangan besar untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi. Terlebih, ia menjelaskan, Unissula merupakan Perguruan Tinggi yang berbasis islam sehingga perlu menerapkan sesuai dengan anjuran Islam.

“Ternyata setelah kita lakukan kajian dari hadits itu umat Islam setidaknya bersiwak lima kali sehari. Ini sangat menarik karena di satu sisi tentu merupakan tantangan bagi kita untuk mengedukasi masyarakat agar rutin menyikat gigi,” terangnya.

Sementara itu, drg. Suryono menghimbau untuk selalu memperhatikan kesehatan gigi dengan melakukan pencegahan-pencegahan untuk menghindari adanya gigi berlubang. “Saya ke mana-mana selalu membawa sikat gigi,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *