Oknum Kloningan Akun Facebook Wali Kota Hendi Segera Diusut

SEMARANG (Asatu.id) – Akun media sosial kepunyaan orang nomor satu di Kota Semarang Hendrar Prihadi jadi sasaran target modus penipuan yang baru dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab, Kamis (27/9).

Oknum tersebut sengaja membuat akun facebook atas nama Hendrarprihadi Hendi dan menyalahgunakannya dengan dalih meminta uang santunan kepada sejumlah netizen yang tersambung sebagai teman melalui inbox.

Pesan yang dikirimkan melalui kloningan akun facebook Hendi memiliki template yang sama, yakni santunan untuk seluruh yayasan anak panti di wilayah Kota Semarang.

Plt Kabag Humas Pemkot Semarang, Agus Joko Triyono membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun ia menegaskan bahwa akun yang mengatasnamakan Hendi dan meminta santunan untuk program rakyat peduli adalah palsu. Menurutnya, kesamaan akun terjadi lantaran oknum menggunakan cara kloning.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Bapak Wali Kota kami (Hendi, red), dan sudah ditanggapi bahwa beliau tidak melakukan hal tersebut, ini (akun facebook Hendrarprihadi Hendi) palsu alias hoax,” ungkapnya ditemui di Kompleks Balai Kota Semarang, Kamis (27/9).

Agus bercerita kejadian ini diketahui oleh pihaknya sore hari. Hal itu bermula saat pihaknya mendapatkan sejumlah laporan di akun media sosial Facebook berupa screenshoot pesan dari akun Hendrarprihadi Hendi ke akun milik warga Semarang. Setidaknya, ada tiga orang yang mengadukan kejadian dan mengklarifikasi kebenarannya.

“Didalam inbox tersebut bahkan ada yang sudah mencantumkan nomor rekening atas nama Winda Afrilia, yang didalam inbox itu diposisikan sebagai bendahara,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Agus mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Hendi bahkan langsung ditanggapi dengan melakukan klarifikasi langsung melalui akun media sosial pribadinya baik akun Facebooknya maupun akun Instagram @hendrarprihadi.

Langkah selanjutnya, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan Polrestabes Semarang terkait pencatutan nama Wali Kota dengan membawa seluruh bukti berupa screenshot inbox yang berisi permintaan sejumlah uang.

“Akan segera kami laporkan ke Polrestabes Semarang dan mudah-mudahan segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

Agus menjelaskan, ciri-ciri untuk membedakan akun asli dan palsu Facebok tersebut salah satunya dengan melihat rentan waktu postingannya yang lebih cepat atau dalam rentan waktu berjam-jam. Di sisi lain, Agus menegaskan, Hendi tidak akan pernah meminta sumbangan melalui media sosial.

“Kalau misalkan beliau mengadakan program seperti ini, akan kami siarkan melalui pers atau media lainnya. Kami mengimbau kepada seluruh warga khususnya di Kota Semarang jika mengalami hal serupa, segera konfirmasi baik melalui website maupun akun medsos Humas. Bahkan bisa ke akun beliau langsung,” pungkasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *