Kemiskinan dan Ketenagakerjaan Jadi Fokus RPJMD 2018-2023

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya tetap akan meneruskan misi yang menjadi isu pada kampanyenya bersama Wagub Taj Yasin, yakni peningakatan pelayanan dengan mengedepankan Mboten Korupsi Mboten Ngapusi.

Gubernur menyampaikan hal itu dalam paparan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 di hadapan anggota DPRD Jateng, Senin (24/9).

Pada rancangan awal yang dipaparkan itu, ada lima poin strategis selama lima tahun. Namun demikian, poin strategis itu tidak lepas dari isu strategis nasional. Tidak dipungkiri masalah penanggulangan kemiskinan masih menjadi prioritas utama.

“Terlebih pada target mendatang, angka kemiskinan harus diturunkan menjadi satu digit. Selain itu penajaman kedua adalah penyerapan ketenagakerjaan dan penyiapan lapangan kerja,” tutur Ganjar.

Pada penanggulangan kemiskinan, lanjut Ganjar, Jateng sebenarnya tidak masuk 10 besar daerah dengan jumlah kemiskinan tertinggi. Namun demikian, Pemprov Jateng tetap berupaya untuk menekan angka kemiskinan. Karena itulah, Pemprov akan membentuk satuan tugas (Satgas) Kemiskinan.

”Satgas nanti ada di masing-masing kabupaten/kota. Seperti untuk menekan angka kematian ibu dan anak yang ada di desa, satgas nanti mendata warga miskin termasuk rumah tidak layak huni,” ucapnya.

Poin kedua yang menjadi penajaman pada program lima tahun adalah peningkatan kualitas dan daya saing SDM. Warga usia produktif harus dipersiapkan dengan era globalisasi industri yang sudah memasuki manufacturing industry 4.0. Karena itulah daerah vokasi harus ditumbuhkan, bahkan disiapkan pula entrepreneur dalam usaha rintisan (start up).

Ganjar kemudian juga memaparkan poin ketiga, yaitu daya saing ekonomi dan kesempatan berusaha, keberlanjutan pembangunan daya dukung dan tata kelola pemerintahan dan kondusivitas.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *