Penjualan Tak Sesuai Target, Perlu Strategi Tingkatkan Penjualan Properti

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua Panitia Property Expo Semarang, Dibya K Hidayat mengatakan hasil penjualan rumah pada kegiatan Property Expo Semarang masih jauh dari target.
Hal ini dikatakannya dalam laporan penutupan pameran Property Expo Semarang yang diadakan di Resto Godong Salam Seafood, Senin (24/9).
Pameran properti yang sudah digelar kali ke tujuh ini telah berlangsung dari 12-23 September di Atrium Mal Ciputra Semarang. Menurut Dibya pada pameran tersebut, hanya mampu terjual 17 unit saja.
“Hasil yang didapat, potensi penjualan ada 17 unit. Jauh, sampai sekarang belum bisa dapat hasil sesuai yang diharapkan,” katanya.
Dibya menuturkan, saat ini adanya relaksasi aturan loan to value (LTV) belum signifikan meningkatkan penjualan rumah sehingga perlu adanya langkah yang lebih riil untuk menggairahkan penjualan properti.
“Untuk itu kerjasama antar pengembang properti dengan perbankan perlu ditingkatkan, terutama dalam pemberian insentif dan bonus bagi para pembeli rumah,” jelasnya.
Dirinya mengaku akan lebih inten dengan perbankan untuk membuat suatu program yang lebih menggairahkan market. Nanti akan lebih banyak insentif, diskon yang riil, serta kemudahan – kemudahan lain karena market harus digairakan.
“Rencana menaikan harga properti yang sempat dihembuskan beberapa waktu lalu belum bisa dilakukan melihat kondisi saat ini belum stabil,” pungkasnya.
Dibya menambahkan bahwa pihaknya memiliki rencana menaikkan harga pada bulan September, namun memang untuk saat ini belum memungkinkan.
“Bagi calon  pembeli, ini adalah waktu yang tepat untuk segera membeli rumah karena jika harga sudah naik maka sudah tidak bisa diturunkan kembali. Ini kesempatan bagus bagi calon pembeli rumah,” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *