PKL Tahu Gimbal dan Jagung Bakar Boleh Berjualan di Taman KB. Ini Alasannya

SEMARANG (Asatu.id) – Dinas Perdagangan Kota Semarang, resmi melarang pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan setiap Jumat pagi dan Minggu pagi saat car free day di area Taman Menteri Supeno atau Taman KB.

Namun khusus pedagang tahu gimbal dan jagung bakar, masih dibebaskan berjualan di area sekitar taman itu. Ternyata Dinas Perdagangan mempunyai alasan khusus soal toleransi berjualan bagi pedagang itu.

“Sementara untuk PKL tahu gimbal dan jagung bakar tetap boleh berjualan di sekitar Taman KB, tetapi mereka sifatnya sementara,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto.

Para pedagang tahu gimbal dan jagung bakar, selama ini seakan sudah menjadi ikon dan bagian dari Taman KB. Itu sebabnya Pemkot mempertahankan aktivitas mereka dan memberi solusi tempat baru di sekitar taman itu.

“Mereka tetap boleh berjualan di sekitar Taman KB sambil menunggu pembangunan shelter baru PKL di Jalan Pandanaran II,” tutur Fajar Purwoto.

Saat ini, proses revitalisasi Taman KB menjadi Taman Indonesia Kaya telah memasuki tahap akhir. Diperkirakan revitalisasi akan selesai awal Oktober mendatang.

Pemkot telah merencanakan agar area Taman Indonesia Kaya atau kegiatan car free day (CFD) tidak terganggu oleh aktivitas pedagang yang berjualan di sekitar taman.

“Selain agar tidak membuat kumuh sekitar taman, juga lokasi Taman KB atau Taman Indonesia Kaya nantinya bisa dinikmati masyarakat dengan nyaman,” tambah Fajar. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *