SIC, Gambarkan Keanekaragaman Indonesia melalui Kostum

SEMARANG (Asatu.id) – Ketertarikan terhadap hal yang dirasa ’unik’ tidak jarang membuat orang-orang bergabung dalam suatu komunitas yang sama. Hal itu salah satunya dilakukan oleh Salatiga Iconic Costume (SIC).

SIC merupakan sebuah komunitas dari Salatiga yang memiliki ketertarikan dalam pembuatan kostum. Uniknya, setiap kostum yang dibuat merupakan hasil inspirasi dari keanekaragaman di Indonesia mulai dari alam hingga budaya daerah.

Beberapa tema sudah dibuat oleh komunitas yang beranggotakan kurang lebih 30 orang ini antara lain kostum dengan nuansa budaya Bali, Semarangan, flora dan fauna seperti Burung Garuda, Jatayu dan Blekok. Kostum secara keseluruhan menggambarkan ikon-ikon yang ada di Indonesia yang tersebar di berbagai pulau.

“Tidak ada tema yang mendominasi karya SIC. Semuanya tentang keanekaragaman Indonesia,” ujar Septi Devi Gempita, Talent SIC.

Menariknya, komunitas yang bergerak dalam pembuatan kostum tersebut tidak sekadar menyalurkan hobi membuat kostum. Lebih dari itu, kostum-kostum juga diperagakan dalam acara-acara besar baik karnaval maupun diikutkan ke dalam berbagai lomba.

“Kostum ditampilkan di banyak acara seperti karnaval, tahun kemarin yang Blekok  kita ikutkan Devile. Kemarin Solo Batik Karnival juga ikut, Jember juga ikut untuk perwakilan pakai kostum Bali,” tuturnya.

Gempita menambahkan, kostum-kostum tersebut dibuat dari bahan utama ’spon ati’ yang dilengkapi dengan kerangka besi. Pemilihan bahan tersebut, menurutnya, akan semakin memperindah kostum yang dibuat.

Dia mengaku butuh waktu sekitar satu minggu hingga kurang satu bulan untuk membuat satu buah model kostum. Semua itu bergantung pada model kostum, jika mudah hanya membutuhkan waktu sekitar satu minggu sampai dua minggu. Namun jika sulit akan memakan waktu lebih lama hingga mendekati satu bulan.

Pembuatan kostum-kostum sesuai dengan permintaan atau pesanan. Biasanya yang kemarin Solo Batik Karnival ikut Devile dan bintang tamu. Kalau yang bitang tamu bebas tapi Devile kemarin kita ikut Tiara Dewata itu Bali jadi kita buat kostum Bali. Kalau misalnya kostumnya Blekok, burung-burung kita buat blekok, misal burung Jatayu buat Jatayu,” jelas dia.

Saat ini, Gempita mengaku SIC telah banyak memperoleh penghargaan, di antaranya Ambarawa Karnival Pembangunan yang berhasil meraih juara 1 kategori umum, Boyolali Net Karnival Juara Favorit dan masih banyak lagi. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *